“Kenapa kamu ada di sini?” Meria turun dari lantai atas dengan membawa seprai dan beberapa pakaian kotor milik Gema. Gema yang merasa telah menganggu kegiatan ibunya padahal hanya duduk di tangga paling bawah langsung berdiri dan menyingkir segera. Tatapan masih terfokus pada ponsel walau menjauh dari jalanan. “Ya Tuhan, anak ini malah diam saja. Hei … ibumu ini sedang bertanya!” seru Meria kesal sebab tidak mendapatkan jawaban. Barulah Gema berhenti mempermainkan ponsel di tangannya. Sebenarnya tidak ada hal yang menarik sejak tadi diperhatikan. Ia hanya tidak mau terus-terusan melirik ke arah jam, maka lebih memilih bermain ponsel. “Menunggu Sarah, Ma, seharusnya dia sudah turun sejak tadi. Tapi … dia belum turun juga,” jawab Gema pelan. Meria membuang napas parah. “Kenapa kamu ti

