Gelegak Amarah

1187 Kata

BRAK!!! Mahesa memukul meja di depannya. Tak sampai di situ ia melempar berkas yang harusnya diperiksa sampai berserakan di lantai. Bagaimana bisa Morgan tahu apa yang terjadi dalam perusahaan? Matanya merah menahan marah. “Sejak kapan hal ini terjadi?” Mahesa bertanya. Kepalanya berdenyut hebat dan siapapun yang menjawab akan terimbas amarah. “Su-dah lama, Pak.” Suara pelan di tengah kerumunan orang-orang kepercayaannya itu terdengar mengelegar di telinga Mahesa. Sudah lama terjadi kecurangan dan tidak ada yang melapor padanya. “Kalian ….” Jantung Mahesa tiba-tiba terasa nyeri. Napasnya menjadi sesak, suara-suara di sekitarnya menjadi pelan. Kesadarannya perlahan. Lalu hal terakhir yang didengarnya adalah teriakan tertahan banyak orang. Setitik cahaya menganggu Mahesa. Ia terp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN