Flo: Bisakah kita bertemu? Entah karena ketegangan yang dirasakan semalam atau efek kekeyangan hingga matanya dikuasai kantuk lebih hebat dari pada biasanya. Sarah baru mengecek ponselnya keesokan hari. Karena merasa menyesal tidak bisa membalas tepat waktu, Sarah menelepon Flo. “Halo, Kak, maaf … baru bisa menghubungi sekarang.” Terdengar tawa renyah Flo. “Tidak masalah. Aku pikir kamu marah soal gaun abu-abu itu.” Sarah memang marah. Ia tidak suka diperlakukan seperti itu. Mereka baru mengenal dan Flo sudah melakukan lelucon yang sama sekali tidak mengenakan. Namun, Sarah tidak bisa mengatakannya. Ia masih berharap untuk berhubungan baik dengan Flo. “Tidak, Kak, aku tidak marah.” Sarah berpikir sebentar untuk mencari alasan memperkuat alasannya. “Ada pesan kemarin dari Papa, ma

