“Ada keributan apa ini?” Mahesa muncul dengan langkah terpincang-pincang dari arah ruangan kerjanya setelah diberitahukan Bi Sum kalau ada beberapa orang yang mencari. Matanya menyipit melihat tamu khusus yang datang dengan menggunakan seragam polisi. “Apa Anda Pak Mahesa?” tanya salah satu dari petugas yang memakai seragam dan telihat lebih tua dari yang lainnya. “Ya, saya sendiri.” Mahesa memandang satu per satu wajah yang ada di sekitarnya. Ia tidak tahu ada masalah apa sampai para polisi berkerumun begini di rumahnya. Polisi yang tadi bertanya menyerahkan amplop coklat pada Mahesa. Ia menerima dengan masih banyak pertanyaan di kepala. Dikeluarkan surat yang ada di dalam amplop. Lalu ia mengernyit tidak mengerti dengan isi surat tersebut. “Kenapa saya dipanggil menjadi saksi. Ad

