Ardin belum kembali sejak ia memberikan tugas. Bukan hanya itu saja, lelaki tua yang sudah tiga puluh tahun menjadi sopirnya tersebut bahkan tak bisa dihubungi. “Ada apa ini?” tanya Mahesa gamang. Ia sudah berada di ruang kerjanya sejak senja datang. Bahkan ia juga telah melewtkan makan malam. Yang diinginkan saat ini hanya mendapatkan kabar kalau pelenyapan Purnomo berhasil. Dengan langkah pincangnya Mahesa berjalan keluar. Suasana rumah sunyi. Sejak Sarah minggat ke rumah Gema dan tetap di sana sampai saat ini. Roda kehidupan di rumahnya berhenti tepat pukul 20.00 WIB. Kalau pun ada yang masih bangun di pukul segitu hanya satpam dan mahesa saja. Sebab kadang dirinya merasa gelisah atas sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. “Bi Sum! Bi Sum!” panggilnya keras. Suaranya bergema di dalam

