Pertemuan di Tirta

1192 Kata

Dom mengizinkan Gema keluar. Katanya tampang Gema sama sekali tidak sedap. Gema memandangi wajahnya sendiri di cermin karena perkataan pamannya tersebut dan mengakui kebenaran kata-kata itu. Diperiksannya kantong berisi perlengkapan cuci muka di belakang dan menemukan benda tersebut. Sebelum benar-benar sampai ke Restoran Tirta, Gema singah di pom besin dan mencuci mukanya. Begitu merasa sudah segar kembali, ia melanjutkan perjalanan. “Maaf, apa aku terlambat?” sapa Gema begitu sampai di sana dan menemukan Flo langsung. Gadis itu duduk di bagian belakang sekali dekat air mancur besar. Seperti nama restorannya, semua bagian di dalam restoran bernuansa air. “Tidak masalah, aku juga baru sampai,” kata Flo. Jari-jarinya tertaut dan wajahnya tampak tak bersemangat. Gema menjatuhkan diriny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN