Sudah lama sekali Morgan tidak melihat asistennya. Sesuai perintahnya terakhir kali, lelaki yang dipanggil Aiden tersebut ditugaskan mengawasi Purnomo. Jika Aiden sudah kembali dari tugasnya hanya ada dua kesimpulan. Hasil yang didapatkan bagus atau ia mengalami kegagalan. “Dea kembalilah ke luar, aku akan memanggilmu lagi setelah mendengarkan laporang Aiden.” Dea melirik malu-malu pada Aiden dan mundur pelan-pelan. “Wah, sepertinya kamu sudah mengambil hati Dea, ya,” seloroh Morgan. Aiden hanya berdehem sedikit dan sama sekli tidak menunjukkan ketertarikan. Namun, Morgan bisa melihat telinga pria yang satu tahun lebih muda darinya itu memerah. Ia menertawakan hal tersebut selama beberapa saat. “Jadi apa yang mau kamu laporkan sekarang?” tanya Morgan menatap dengan serius. Tubuh Aide

