Selamat

1810 Kata

Sarah memejamkan matanya begitu ia mencapai mobil setelah dipapah Gema. Ia duduk di belakang bersama pria itu. Sementara Mahesa dan Morgan ada di depan. Tangan Mahesa diikat dengan tali ke pegangan pada atas pintu mobil. Bertujuan untuk mengamankan gerakan Mahesa kalau-kalau di tengah perjalanan ia berubah pikiran dan berencana melarikan diri. “Bersandarlah,” pinta Gema pada Sarah. Sarah tidak menyahut dan hanya menyandarkan tubuhnya ke kursi. Kepalanya lalu diletakan di atas bahu Gema. Ia memejamkan mata, merasa nyaman dan kemudian tertidur. Ia merasa seluruh bebannya terangkat dan apapun akan terjadi setelah ini adalah hal baik. “Sarah … Sarah, bangunlah sebentar. Apa kamu ingin makan sesuatu?” Gema menguncang bahunya. Begitu ia membuka mata, mobil telah terparkir di rest area jalan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN