“Papa, terima kasih.” Ucapan terima kasih yang keluar dari mulut Sarah membuat seluruh tubuh Mahesa bergetar. Bukan karena amarahnya pada Sarah. Juga bukan karena takut melihat Manda yang tergeletak entah masih hidup atau sudah tak bernyawa. Bukan juga karena hal lainnya yang bersifat menganggu. Namun, karena kenyataan bahwa ia senang mendengar ucapat tersebut keluar dari mulut Sarah. Sarah adalah orang yang paling sering mengucapkan terima kasih. Mahesa sangat tahu itu. Apapun hal kecil yang dilakukan Mahesa untuk putrinya tersebut selalu dihadiahi ucapan terima kasih. Mengingat apa yang dilakukannya di masa lalu membuat Mahesa merasa sangat malu. “Papa!” Suara Sarah yang lembut terdengar di telinga Mahesa. Itu adalah kali pertama putrinya memanggil. “Berapa usianya saat itu?” gumam

