bc

After Marriage (Bahasa Indonesia)

book_age18+
1.5K
IKUTI
12.8K
BACA
second chance
drama
icy
female lead
male lead
like
intro-logo
Uraian

“Anak siapa yang kamu kandung itu?” tanya Rafael. Pasalnya selama empat tahun menikah dengan Kesya, istrinya itu tidak pernah dinyatakan hamil. Namun, saat wanita itu ketahuan menjalin hubungan gelap dengan teman SMA-nya, Kesya tiba-tiba mengaku hamil.

“Tentu saja ini anakmu, Mas!” bela Kesya. Diantara rasa bimbang yang dirasakan. Kesya tetap yakin jika bayi dalam perutnya adalah darah daging, Rafael.

========================

Merasa bosan, menjadi ratu di rumah megah dengan segala fasilitas tetapi sepi tanpa suara tangisan bayi. Kesya, selalu di salahkan mertuanya karena belum hamil juga. Berkali-kali ia datang ke dokter, di  dalam maupun luar negeri hasilnya sama, tak ada masalah ataupun gangguan di dalam rahimnya. Suatu hari, ia kembali bertemu dengan cintanya di masa SMA. Mereka kembali menjalin hubungan asmara. Hingga tiga bulan setelah hubungan mereka berlangsung, Ia dinyatakan hamil.

Siapakah ayah dari anak yang di kandung Kesya? Bagaimana Kesya berjuang mempertahankan rumah tangganya?

==========

chap-preview
Pratinjau gratis
|| 1 || Ancaman Mertua
Ancaman Mertua. Kesya melajukan mobilnya pulang ke rumah. Musik bergenre pop mengalun kencang menemaninya yang sedang fokus mengemudi dengan kecepatan sedang. Setelah tiga puluh menit perjalanan tibalah Ia di rumah. Kesya memarkirkan kendaraannya di garasi. Sebelum turun Ia kembali melihat kaca spion di mobilnya. Sangat menyukai model rambut terbarunya. Wanita itu baru saja pulang dari salon. Rambut hitam dan panjang miliknya Ia potong sebahu, lalu di warnai abu muda. Seperti tren saat ini. Ia turun dari mobil. Mengambil papper bag di kedua tangannya. Tidak ada hal lain yang Ia lakukan kecuali ke salon dan belanja. Rafael, sang suami tak pernah telat memberikannya uang. Bunyi suara langkah kaki terdengar jelas ketika, Kesya sampai di teras. Ia tak sabar ingin segera mencoba baju yang baru saja dibelinya. Pintu terbuka, Kesya terus berjalan masuk. Di ruang tengah Ia mendapati Bu Risa dan Pak Hadi sedang duduk sambil berbincang. Seketika Kesya menaruh belasan papper bag yang ada di kedua tangannya lalu berjalan menghampiri mereka berdua. “Pa, Ma, kapan datang?” tanya Kesya. Ia membuka pelukan pada ibu mertuanya lalu menyalami papanya dengan santun. “Baru saja tiba,” jawab Bu Risa ketus. Tiap bertemu Kesya, wanita paruh baya itu merasa kesal, karena sudah empat tahun pernikahannya dengan putra pertamanya. Mereka belum juga di karuniai buah hati. “Bagaimana kabar Papa sama Mama?” tanya Kesya lagi. “Kami, baik-baik saja,” jawab Pak Hadi. Dia terlihat lebih ramah dibandingkan dengan Bu Risa. “Mas Rafa, akan pulang nanti malam, Ma,” ucap Kesya sembari duduk. Ikut nimbrung dengan Bu Risa dan Pak Hadi. Sebisa mungkin, Kesya selalu berusaha agar dekat dengan keduanya. “Apa kamu masih belum hamil juga?” tuduh Bu Risa. Mendongakkan wajah, menantang menantu wanita yang belum juga memberikan cucu untuknya. “Belum, Bu,” sahut Kesya sembari menunduk. Pertanyaan itu selalu membuatnya beringsut. Hanya itu yang selalu ditanyakan Bu Risa ketika datang dan bertemu dengannya. “Jadi sampai kapan kamu akan terus-terusan seperti ini, membuang-buang uang Rafael hanya untuk shopping dan ke salon?!” protes wanita itu dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya. Kali ini Kesya tidak bisa menjawab. Bibirnya seolah terkunci, bungkam mendengar tuduhan dari mertuanya. Kesya ingin mengatakan yang sebenarnya bahwa tidak ada masalah dengan kandungannya. Namun, Ia takut hal itu melukai perasaan Bu Risa. Ia pun memilih meninggalkan ruang tengah. Berjalan menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua. Tiba di kamar Kesya merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia segera menelefon seseorang bernama Rio. Pria yang seumuran dengannya, hanya saja dia belum menikah. Teman satu SMA yang pernah dekat dengannya. Panggilan telefon terhubung. “Halo,” sapa suara di seberang. “Halo, Sayang,” sahut Kesya. “Kamu sudah tiba di rumah?” tanya suara di seberang. “Sudah, Rio, sepertinya besok kita tidak bisa bertemu, Papa dan Mamanya Mas Rafa, menginap di sini!” jelas Kesya. “Iya, tak apa kita bisa berjumpa lain hari,” sahut Rio yang kali ini masih sibuk bekerja di kantornya. “Aku kesal,” keluh Kesya sembari memanyunkan bibir. “Kesal kenapa?” tanya Rio perhatian. “Kesal karena ibu mertuaku di sini!” jelas Kesya. “Kamu tidak perlu kesal! Em, terima kasih ya untuk yang tadi,” ucap Rio. “Iya, itu tak seberapa,” jawab Kesya. “Ya, sudah aku kerja dulu,” pamit Rio. “Iya,” sahut Kesya. Panggilan telefon berakhir. Sebenarnya selama dua bulan terakhir, Kesya kembali dekat dengan seseorang. Teman SMA-nya dulu. Bahkan Ia mulai tak segan untuk memberikan sejumlah uang ketika pria itu membutuhkan suntikan dana. Kesya pun memutuskan untuk tidur sembari menunggu kepulangan sang suami. ==== Rafael sudah tiba di rumah. Kali ini suasana ruang makan lebih ramai dari biasanya ada Pak Hadi dan Bu Risa yang sangat antusias mengenai pekerjaan putranya. “Sudah sampai dimana tahap pembangunannya?” tanya Bu Risa. Ia sibuk memilih menu makanan yang ada di hadapannya. “Sudah lima puluh persen Ma,” jawab Rafael. “Baguslah, Papa yakin kamu akan semakin sukses,” puji Pak Hadi yang yakin bahwa putranya memang sangat berbakat dalam mengembangkan usahanya itu. “Terima kasih, Pa,” jawab Rafael malu. “Rafael sudah semakin sukses dan memberikanmu banyak hal! Lantas kapan kamu akan memberikan suamimu keturunan Kesya!” protes Bu Risa yang amat geram karena tidak kunjung mendengar kabar mengenai kehamilan menantunya. Kesya yang sedari tadi hanya diam, kini terkesiap. Tidak menyangka Bu Risa akan menuduhnya seperti itu. “Jadilah menantu yang berguna, berikan keturunan atau kamu harus rela Rafael menikah lagi!” ancam Bu Risa dengan wajah serius. Tanpa berkata-kata Kesya berdiri dari duduknya, Ia meninggalkan ruang makan. Wanita itu tahu jika itu tidak sopan dan akan semakin membuat Bu Risa naik pitam. Hanya saja, Kesya tidak ingin menangis atau terlihat lemah di hadapan mertua perempuannya. Kini di meja makan hanya ada Rafael, Pak Hadi dan Bu Risa. Kedua pria itu, menatap Bu Risa dengan pandangan marah. “Ma, kenapa Mama kasar sama Kesya!” protes Rafael. “Ma, itu menyakiti hati Kesya!” jelas Pak Hadi yang kadang tidak bisa mengendalikan sikap istrinya. Bu Risa diam tidak menjawab. Kejadian ini bukan pertama kali, suami dan putranya memang selalu membela menantu sialan itu. “Pa, Ma, aku ke kamar,” pamit Rafael ingin menenangkan istrinya. “Iya,” jawab Pak Hadi. Sedangkan Bu Risa bungkam, membuang pandangannya ke arah lain. Rafael berjalan menaiki tangga ke lantai dua. Ia mendorong Handle pintu. Mendapati sang istri sedang berdiri di balkon kamarnya. Pria itu berjalan menghampiri Kesya. “Sudah malam, tidak bagus melamun di balkon sendirian,” bisik Rafael sembari memeluk dari belakang, melingkarkan tangannya di pinggang Kesya. Kesya berbalik, lalu memeluk suaminya dengan erat. Bulir-bulir air mata jatuh membasahi pipinya. Ia pun mulai terisak. “Sudah jangan menangis,” bujuk Rafael. Ia menepuk punggung Kesya agar wanita itu lebih tenang. Kesya mengurai pelukan. Menatap suaminya lekat-lekat. “Mas mau menikah lagi?” tanya Kesya. “Tidak, jangan terlalu memikirkan ucapan Mama!” ujar Rafael mengalihkan pandangan ke jam tangan yang sudah menunjukkan pukul delapan malam. Kesya mengangguk pelan. Lalu mengikuti suaminya masuk ke kamar. Ia duduk di ranjang dan memperhatikan Rafael yang sedang membuka kancing bajunya. “Bukankah Mas sudah mandi?” tanya Kesya. “Siapa bilang aku mau mandi,” jawab Rafael sembari mencium istrinya. Kesya tertawa lirih. Ia tahu maksud dari pandangan suaminya uang menggoda. “Bukankah Mama ingin cucu! Mari kita membuat anak sekarang!” ajak Rafael menuntun pelan tubuh istrinya merebah. Menindih dan menikmati setiap senti tubuh istrinya. Kesya diam, menikmati kehangatan yang di berikan suaminya. Hingga mereka mencapai pelepasan. Bertukar peluh dan bibir yang masih bertautan. Bersambung..

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
198.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
62.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook