14. Undangan Pesta. Hari minggu Rafa libur kerja dia. Dia tengah duduk di ruang tamu membaca buku. Membunuh waktu menyibukkan diri. Siang itu suasana begitu cerah. Matahari bersinar sangat terik. Terdengar suara mobil berhenti di depan pintu. Rafa melirik sekilas ke arah pintu dan kembali menunduk, fokus dengan huruf-huruf di bukunya. Tap. Tap. Tap. Terdengar suara langkah kaki di teras. Lebih dari satu orang. Ting Tong. Suara Bel pintu berbunyi. Rafa tidak menunggu Bi Marni. Dia berdiri dan bergerak ke arah pintu. Pintu terbuka terlihat Nadine dan Rio, di balik pintu. Mereka berdua tersenyum. Meski terlambat, Rafa juga membalas senyum Nadine. “Silakan masuk!” tawar Rafa. Terkejut dan ada rasa tidak suka karena Rio berani datang ke rumahnya lagi. Bayangan Rio yang saat itu, kemb

