19. Acuh. Pagi harinya di kediaman rumah Rafa. Matahari pagi ini enggan bersinar. Bersembunyi di balik awan mendung. Seperti hati Kesya yang kian redup. Sang suami sudah jarang mengajaknya bicara. Hidup satu atap, tapi tidak satu ranjang. Jangankan satu ranjang, satu lantai pun tidak. Rafa lebih fokus dengan pekerjaan. Mengenai cabang perusahaannya, Rafa menunda pembangunan hingga satu tahun yang akan datang. Mulai tidak bersemangat. Saat pagi hari, Kesya memilih bangun lebih siang. Karena jika ia bangun pagi untuk memasak, Rafa tidak pernah makan pagi di rumah. Enggan duduk bersamanya di ruang makan. Salah satu cara agar Rafa mau makan tepat waktu, yaitu dengan tidak menginjakkan satu langkah pun di lantai dasar. Kemudian, saat Rafa sudah berangkat Kesya baru turun ke bawah. Berbi

