Saat Morcy mengaung, Alesha langsung terbangun dari tidurnya. Di ruang bawah tanah semuanya nampak sama, siang dan malam sama sekali tidak ketahuan. Ruangan ini tidak memiliki jalur masuknya cahaya atau udara seperti ventilasi. Semua tertutup mati, begitu pengap dan menyeramkan. "Huek!" Alesha langsung membekap mulut ketika mual mulai menerjang dirinya. Berarti ini sudah pagi, Alesha selalu merasa mual dan muntah ketika matahari mulai terbit. Dia menoleh ke arah Morcy, binatang buas itu nampak sedang berbaring di sebelah kanannya. Morcy menatap ke arah Alesha, helaan napasnya masih terdengar begitu mengerikan. "Laparnya." Alesha meringis, memegangi perut yang selalu meminta diberi asupan. "Enak sekali menikmati kue pai yang ada buah beri di atasnya sambil ditemani cokelat hangat." Alesha

