Sepulangnya Paman Chard dan Bibi Maria, Alesha merasa dirinya kembali kesepian, bahkan senyum ceria sudah hilang begitu saja dari bibirnya. Padahal dia ingin sekali ikut, tapi selalu tidak memiliki kesempatan. Devano mengancamnya, bukan hanya Alesha yang akan dilenyapkan, tapi orang-orang terdekatnya juga dijadikan korban. Apa yang harus Alesha lakukan? Tidak ada selain menuruti semua kemauan Devano. Pria itu memerintah dengan tegas, mencengkram rahang Alesha sampai sakit rasanya. "Aaah!" Alesha memekik kaget ketika Devano tiba-tiba menarik lengannya, membawa dia masuk dengan kasar. "Paman, apa-apaan ini? Kenapa main tarik-tarikan lagi? Aku bisa melangkah sendiri, nanti kalau begini caranya aku bisa jatuh." Berusaha melepaskan Devano darinya, menyentak kasar sampai tangan besar dan berura

