Selesai menghantam samsak hingga bulir keringat membanjiri seluruh tubuh, Devano langsung bersih-bersih sebelum memulai sarapan. Pagi ini dia tidak ke kantor, mungkin nanti siang saja jika tak malas. Belakangan ini Devano merasa janggal pada dirinya, tidak biasanya dia begini. Niatnya setelah mengisi perut nanti, Devano ingin latihan memanah dan menembak di halaman belakang sesuai rencana semalam. Padahal ingin sekali ke villa, menaiki kuda dan melakukan permainan polo ... hanya saja waktu berliburnya sedang tidak banyak. Devano terlalu sibuk, apalagi sering bolak balik Kalimantan untuk mengurus pertambangan yang mengalami sedikit masalah di bagian alat beratnya. Devano melangkah melewati kamar Alesha, masih sunyi dan tidak terdengar apa pun dari dalam sana. Kening mulai mengernyit bingun

