30

1187 Kata

'Padahal aku tidak mengusik kehidupan mereka. Kenapa?!' Amarah Nadine tertahan begitu saja. Tanpa sadar seorang pria sudah berdiri di sampingnya dengan tangan terlipat. Senyum tipis mata tajam membuat ia terperanjat. "Ya Tuhan!" teriaknya. Leonard menahan tawa saat melihat Nadine yang kaget setengah mati. Ia tidak bergerak dari posisinya. Masih berdiri dengan pose santai, tangan terlipat, dan ekspresi tenang seperti biasa. Namun, ada yang berbeda. Matanya lembut, suaranya tidak sedingin biasanya. “Aku sudah berdiri di sini sejak dua menit lalu,” katanya pelan. Nadine buru-buru bangkit dari duduknya, tablet di pangkuan hampir terjatuh. Ia membungkuk sedikit, canggung. “Maaf, Tuan Leonard. Saya tidak mendengar langkah kaki Anda.” Leonard menaikkan satu alis. “Tuan Leonard? Nadine, kita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN