42

1169 Kata

Malam itu, langit ibu kota tampak kelam meski lampu kota menyala ramai. Di sebuah ballroom hotel bintang lima, keluarga Sinclair dan Boaler bertemu dalam makan malam resmi yang digadang-gadang sebagai perkenalan dua keluarga besar. Kamera media tidak diundang, tapi rumor perjodohan politik ini sudah menyebar sejak pagi di kalangan elit. Leonard datang terlambat. Ia muncul dalam setelan jas hitam rapi, wajahnya tegas tapi dingin. Tak ada senyum. Tak ada kehangatan. Ia menyalami tamu-tamu penting tanpa benar-benar memandang mereka. Matanya menelusuri ruangan… sepi. Hampa. Daisy Boaler berdiri dari tempat duduknya saat pria itu mendekat. Wanita itu anggun, pintar, dan cantik dengan cara yang sangat dikalkulasi. Senyumnya sopan. Sorot matanya penuh perhitungan. “Leonard Sinclair,” sapa Dai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN