Jemari lentik itu sibuk menggulir beranda sosial media, mengenyahkan perasaan takut yang sedari tadi mengusik ketenangan dia. Tapi takut pun agaknya percuma, karena mulai sekarang Lisa akan berdamai dengan segala hal. Mulai dari keadaannya, nasibnya, dan takdirnya. Sekitar pukul 9 malam, taman yang ia singgahi kosong melompong, padahal biasanya taman kan rame ya? Kali ini tamannya tidak berpenghuni. “Ck. Nyamuk nya banyak banget sih” Lisa mengangkat kedua kakinya, duduk bersila diatas bangku kayu, sementara kopernya dibiarkan tergeletak di atas rumput liar. “Mama lagi apa ya sekarang” gumam gadis itu, menyandarkan punggungnya. “Kalo papa kayaknya masih kerja jam segini, mereka udah makan belum ya” Kok jadi miris gini sih? Lisa mendongak menatap cakrawala, mencegah air matanya turun. Dia

