FLASHBACK

1004 Kata
"Bagaimana? rasa nya enak kan? tanya Andre "Hmm... kerena aku kasihan pada mu, aku akan memuji makanan mu sangat enak," jawab Vita berdusta.Sejujurnya masakan Andre sangat enak, tapi Vita malu untuk mengatakan nya. "Tidak enak, tapi aku melihat kau menyuap makanan itu berkali-kali," ucap Andre. "Terpaksa, kerena aku kasihan pada mu," ujar Vita menyantap makanan itu sangat lahap. "Mas.. kamu dimana?" panggil Erika yang mulai sadar setelah operasi selesai. Billy yang tertidur di kursi ruangan Erika di rawat, dia pun terbangun saat Erika memanggil nama nya. dia melihat Erika sudah sadar kan diri dan berusaha untuk duduk. "Kamu sudah bangun?" tanya Billy. "Apa operasi ku berjalan lancar?" tanya Erika. "Tadi dokter mengatakan semuanya baik-baik saja kamu tidak perlu khawatir," jawab Billy. "Bisa ambil kan aku kaca?" pinta Erika. "Buat apa?" "Aku ingin melihat wajah ku." "Bagaimana kamu bis melihat nya, wajah kamu semua nya di perban, dokter bilang itu membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk sembuh," terang Billy. "Apa kita akan menetap di sini berbulan-bulan?" tanya Erika. "Tidak, aku tidak bisa terlalu lama di sini, aku harus bekerja, jika tidak Rika akan curiga pada ku, dan kau juga tahu kita masih membutuhkan duit," jawab Billy. "Bagaimana dengan perawatan wajah ku jika kita kembali? aku akan mati membusuk dengan luka di wajah ini," cetus Erika. "Kita bisa jasa dokter di Indonesia, atau kita akan berkomunikasi dengan dokter di sini untuk mengecek kondisi wajah mu," ucap Billy. "Baik lah jika seperti itu yang terbaik," ucap Erika pasrah dengan keadaan. "Jadi kapan kita akan kembali ke Indonesia?" tanya Erika. "Secepatnya kerena aku sudah begitu lama meninggalkan pekerjaan." *** Rika yang duduk di ruang tamu, melihat-lihat album poto keluarga mereka. satu persatu dia pandangi masa bahagia dia bersama Billy. Dia teringat saat pertama kali bertemu dengan Billy. "Flashback" Rika yang terburu-buru berlari kerena hujan yang mulai turun satu persatu membasahi rambutnya. Sampai dia mendapatkan sebuah Halte untuk berteduh.Rika duduk berteduh di Halte, sembari menunggu hujan berhenti. "Hai!" sapa seorang menyapa Rika. Rika menoleh ke samping dan melihat seorang pria berbadan tegap, berambut hitam, berhidung mancung, dan bermata sipit. "Hai" jawab Rika tersenyum. "Apa kau baru pulang bekerja?" tanya nya. "Tidak aku baru saja dari rumah teman ku, ramalan cuaca mengatakan hari ini tidak hujan, entah kenapa hujan turun secara tiba-tiba," jawab Rika. "Jadi kau mempercayai ramalan?" tanya nya sembari tertawa. "Tidak terlalu, tapi terkadang ramalan cuaca itu ada benarnya," jawab Rika ikut tertawa. "Apa kau juga baru pulang bekerja?" tanya Rika menatap sebuah Map berwarna merah di tangan pria tersebut. "Huh, aku sedang mencari pekerjaan, aku baru saja menyelesaikan pendidikan ku, aku mencoba mengaju kan lamaran ke beberapa kantor, tapi tidak ada yang menerima ku," jawab nya menunduk sedih. "Jangan bersedih, tetap lah semangat, semua itu butuh proses untuk mencapai yang kita impikan, tidak ada yang langsung instan," ucap Rika memberikan dukungan. Billy terkesan dengan ucapan Rika, dia menatap Rika dengan tatapan kagum, dan dia baru menyadari bahwa Rika wanita yang sangat cantik. "Apa kau sudah makan malam?" tanya Rika. "Tidak, aku bahkan belum makan dari tadi siang," ucap Billy. "Apa? kau bisa sakit jika tidak makan," jawab Rika kaget. Dengan malu-malu Billy berkata,"Aku tidak punya uang untuk membeli makanan, aku sudah katakan pada mu, aku baru menyelesaikan pendidikan ku, dan aku sedang mencari pekerjaan, lagi pula aku sendiri di kota ini." "Kemana orang tua mu? kenapa kau tidak tinggal bersama mereka?" tanya Rika. "Mereka tinggal di kota lain, aku berbohong pada mereka aku mengatakan di sini sudah bekerja, dan aku tidak bisa mengatakan pada mereka aku sedang kelaparan di kota ini, aku tidak ingin membuat mereka khawatir," ucap Billy dengan raut wajah sedih. Rika yang mempunyai hati lembut, merasakan apa yang di rasakan Billy, dia tahu betul bagaimana sulitnya saat tak punya uang sama sekali, kerena Rika juga bukan terlahir dari keluarga kaya raya. "Ayo kita makan, aku akan mentraktir mu," ajak Rika beranjak dari tempat duduk nya. "Tidak, tidak perlu! kau baru mengenal ku, aku tidak bisa menerima bantuan orang asing yang baru ku temui," ucap Billy mencoba menolak tawaran Rika. "Tenang lah! anggap kita sudah lama bertemu, dan aku sudah mendengar semua cerita mu. Jadi sekarang kita teman dekat bukan?" ucap Rika tersenyum lebar. "Baik lah, jika kau memaksa ku," jawab Billy yang juga beranjak dari tempat duduk nya. Setelah hujan berhenti Billy dan Rika berjalan kaki, mencari tempat makanan. Mereka berjalan seperti sepasang kekasih yang bahagia. "Apa kau selalu melakukan hal seperti ini kepada orang asing?" tanya Billy. "Iya, kenapa? apakah tidak bagus?" jawab Rika. "Itu tidak aman untuk mu, bagaimana jika mereka orang jahat, yang ingin memanfaatkan kebaikan mu, kau tidak bisa mempercayai orang semudah itu, ada banyak orang jahat di sekitar yang memantau mu tanpa kau sadari," ucap Billy. "Apa kau orang jahat?" tanya Rika menatap Billy tajam. "Aku? tidak, tentu saja tidak," ucap Billy menggeleng-geleng kepalanya. "Kau lah salah satu contohnya, aku tidak bertemu orang jahat, jadi dalam hidup kita tetap harus berpikir Positif, jangan terlalu menganggap hal sekitar mu di penuhi dengan orang jahat," jawab Rika tertawa. Saat sudah cukup jauh berjalan kaki, Rika melihat warung yang begitu ramai yang beratap kan tenda biru. "Lihat ke sana, aku sudah menemukan tempat makanan yang sangat enak," ucap Rika menunjuk tempat tersebut. Billy dan Rika berjalan menuju warung tersebut, mereka memesan makanan sesuai dengan selera mereka. Billy yang canggung bersama Rika, bahkan untuk makan saja dia malu. " Ada apa? makanan kurang enak? kau mau aku pesan kan sesuatu?" ucap Rika yang memperhatikan Billy hanya diam. "Apa kau dari keluarga kaya raya?" "kenapa? kau ingin berkencan dengan ku, jika aku dari keluarga kaya?" Jawab Rika tertawa cekikikan. "Aku melihat kau ingin memesan kan makanan lain untuk ku, itu sebabnya aku mengatakan orang kaya raya." Rika pun menghentikan makannya, dengan berbisik kepada Billy, dia berkata,"Sebenarnya aku sedang menang taruhan" ucap Rika berbohong. "Taruhan apa?" tanya Billy. "Sudah, lupakan kau tidak perlu tahu, kau hanya cukup menikmati makanan ini saja tanpa banyak bicara," ucap Rika mengedipkan sebelah matanya, dan melanjutkan makannya lagi. Bersambung ... Happy reading.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN