Tiba saatnya Billy dan Erika kembali ke Indonesia setelah berbulan-bulan menghabiskan waktu di Korea.
Erika yang merasa wanita paling cantik di dunia setelah memiliki wajah yang lebih cantik dari sebelumnya.
"Mas kamu udah pulang? kapan sampai nya," sambut Rika yang melihat kepulangan Billy.
"Aku berangkat nya tadi pagi, bagaimana kabarmu sayang? aku sangat merindukanmu," jawab Billy sembari memeluk Rika.
Tak berapa lama Vita pun tiba dirumah, setelah melakukan perjalanan jauh mengikuti ayah nya berbulan-bulan di Korea.
"Vita kamu juga sudah pulang, kalian memiliki kontak batin yang kuat, sehingga kalian pulang di hari yang sama," ucap Rika.
"Memangnya Vita dari mana?" tanya Billy heran.
"Aku lupa memberi tahu mu,Mas! vita baru pulang dari Korea, dia ada tugas kampus mendadak," terang Rika.
Bagai di Sambar petir di Siang bolong, Billy terdiam terpaku mengetahui vita juga berada di Korea, badan nya terasa bergetar, wajah nya pucat, dia takut vita mengetahui tentang semua perselingkuhannya.
"Ada apa,Pa? kenapa tiba-tiba wajah papa terlihat pucat," tanya vita menatap tajam.
"Tidak... Papa kurang sedikit gak enak badan aja," jawab Billy berbicara terbata-bata.
"Mungkin kamu kecapekan kali,Mas! yasudah sana istirahat dulu," suruh Rika.
"Yasudah aku masuk kamar dulu ya," ucap Billy sesekali memandang vita dan berlalu pergi.
Erika yang menari-nari di depan kaca, memandangi wajah nya yang terlihat lebih sempurna, dia merasa puas dengan wajah baru yang dia miliki, sesekali dia menyunggingkan senyuman tipis dari bibirnya. Dia tak sabar ingin memamerkan wajah baru nya pada seseorang.
Billy merasa tak tenang dia merasa gelisah, hati nya bertanya-tanya, apakah vita mengetahui perselingkuhan nya, bagaimana jika dia akan memberi tahu Rika. Ribuan pertanyaan yang dia pikirkan dalam kepalanya, sampai akhirnya dia harus bertanya langsung pada vita.
Dia berjalan menuju ke arah kamar vita.
"Vita kamu di dalam?" tanya Billy berdiri di depan pintu.
"Masuk lah!" jawab vita.
"Vita ada yang ingin Papa tanya kan pada mu," ucap Billy ragu.
"Tentang apa?" jawabnya menatap sinis ke arah papanya.
"Sebenarnya apa yang kamu lakukan di Korea? apakah benar kamu ada tugas kampus?" tanya Billy.
"Kenapa,Pa? kenapa papa terlihat ragu dan menanyakan kebenaran tugas kampus aku?" jawab Vita menahan emosi.
"Tidak... papa hanya kaget tiba-tiba kamu ada di Korea, Yasudah kalau begitu tidak perlu di bahas, itu semua tidak penting," ucap Billy berjalan menuju keluar.
"Katakanlah kebenarannya,Pa!" ucap vita saat Billy hendak membuka pintu.
Billy terdiam saat mendengar perkataan vita, dia tak mengerti apa yang di maksud dengan kebenaran yang di inginkan vita.
"Kebenaran apa? apa yang sedang kamu bicarakan, papa tidak mengerti?" jawab Billy mengerut kan keningnya.
Dengan tersenyum sinis vita berkata,"Âpakah semua orang di rumah ini harus bersandiwara dalam permainan yang telah Papa buat?"
"Berbicara lah dengan jelas, jangan buat teka-teki seperti ini," cetus Billy.
"Kebohongan besar, penghianatan, dan perselingkuhan, apakah masih berpura-pura tidak mengerti dengan kata-kata yang barusan aku ucapkan?" cetus vita menatap tajam Billy.
"Bagaimana kamu bisa mengetahui semua ini Vita?" jawab Billy mulai ketakutan.
"İtu tidak penting! kata kan semuanya pada Mama, atau vita sendiri yang akan memberi tahu kebenarannya."
"Vita Papa mohon jangan katakan pada mama mu. papa tidak mau kehilangannya," pinta Billy memohon.
"Munafik! jika tidak ingin kehilangan orang yang di sayang kenapa harus memulai perselingkuhan," cetus vita.
"Papa janji akan melakukan apa saja yang kamu pinta, tapi jangan beri tahu mama mu."
"Semudah itu kah kehidupan untuk Papa," bentak vita.
"Apa yang harus Papa lakukan sekarang? papa tidak ingin kehilangan kamu dan Mama mu. kata kan apa yang perlu dilakukan?"
"Tinggalkan wanita itu sekarang juga, dan kembali lah pada Mama," pinta vita.
Billy terdiam mendengar permintaan Vita yang sulit untuk dia kabul kan, dia tak bisa memilih di antara keduanya, Rika wanita yang menemaninya selama masa sulit nya, sementara Erika membuat diri nya seperti muda kembali.
"Pikirkan itu! atau papa akan kehilangan segalanya," cetus vita meninggalkan Billy di dalam kamarnya.
Andre yang kembali memulai aktivitas nya sebagai pemilik Bar, dia mulai melayani satu persatu para tamunya.
"Hi Andre, bagaimana kabarmu setelah sekian lama kita tak bertemu?" ucap Erika yang menghampirinya.
"kenapa kau kesini? pergi lah!" usir Andre.
"Kau masih tetap angkuh sama seperti dulu, apa kau masih sakit hati pada ku?" tanya Erika.
"Omong kosong! semua itu sudah berlalu, jadi jangan ganggu aku sekarang!" cetus Andre.
"Lihat lah kemari, tatap wajah ku dengan teliti.
Apa kau tidak melihat perubahan yang begitu besar dari diri ku?" ucap Erika memamerkan wajah barunya.
"Apa peduliku tentang perubahan pada dirimu? saat ini kau bukan siapa-siapa lagi untuk ku!" cetus Andre.
"Ayo lah lupa kan masa lalu yang telah terjadi!
kenapa kau masih marah pada ku? bukan kah kejadian itu sudah bertahun-tahun lamanya terjadi? saat itu aku tidak punya pilihan, aku terpaksa harus melakukan itu, kau kan tahu aku hanya mencintai dirimu," ucap Erika mengemis.
"Tapi tidak dengan ayah ku, kau menghancurkan keluarga ku, kau membuat ibuku masuk rumah sakit jiwa, dan kau juga telah mengkhianati kepercayaan yang aku berikan pada mu," bentak Andre dengan wajah merah padam menahan emosi.
Aku mohon maafkan aku! kembali lah pada ku, kita mulai dari awal sekarang," pinta Erika memaksa.
"Kau gila!" cetus Andre meninggalkan Erika sendiri.
Erika semakin marah dia mengepalkan tangannya. Dia frustasi melihat Andre, bahkan Andre tak tertarik dengan wajah cantik yang dia miliki sekarang."Lihat saja! aku tidak akan membiarkan wanita lain memiliki mu, aku akan hancurkan hidup mu, kau hanya milikku, selamanya tetap akan menjadi milikku," Gerutunya dalam hati.
Rika yang bahagia dengan kepulangan Billy, dia mengajak keluarga nya makan malam bersama di luar, mereka sudah lama tak melakukan itu.Suasana terasa canggung antara Billy dan vita.Mereka menikmati makan malam tanpa canda tawa seperti biasa yang mereka lakukan.
"Bagaimana tugas kampus kamu di Korea sayang? apa kamu sekalian menikmati pemandangan di sana? Mama Sangat iri pada mu?" tanya Rika memecah keheningan.
"Mama tidak perlu merasa iri, kerena pemandangan yang Vita lihat sangat menjijikkan," jawab Vita memandang ke arah Billy.
Billy yang mendengar perkataan vita, dia tersedak saat memakan makan malam nya. sesekali dia menatap ke arah vita dengan perasaan tak tenang.
Bersambung ...
Jangan lupa follow dan + ke Rak buk ya!
terima kasih sudah mampir