“Bagus! Saya akan memberikan imbalan yang sesuai dengan permintaan saya tadi. Saya akan mengatur merger dengan perusahaan orang tua kamu dan perusahaan kita berdua akan semakin berkembang.” “Saya tidak perlu imbalan apapun.” Carissa menolak imbalan yang ditawarkan oleh Ibu Kirana. “Jadi kamu takut bertemu denganku? Kenapa? Apa kamu masih menyimpan cinta untukku?” sambung Carissa meggoda Rayyan. Carissa mendekatkan bibirnya ke telinga Rayyan lalu berbisik dengan seksinya. “Bagaimana kalau kita tandatangani ini di rumahku?” *** Carissa menjauh dari meja kerja Rayyan dan memilih duduk di sofa yang juga berada di dalam ruangan Rayyan. Di hadapan sofa sudah tersedia cemilan dan juga minuman yang disediakan di atas meja oleh staff kantor Rayyan. Carissa mengangkat kaki kirinya dan mel

