“Rayyan! Kamu sudah berani protes sama Mama!? Apa Kyara yang sudah mengajarkan kamu bersikap seperti itu sama Mama!?” Ibu Kirana malah menuduhku yang sebenarnya tidak melakukan apa-apa. “Kyara gak salah apa-apa kenapa Mama malah menyalahkan dia?! Justru Kyara dan Mamanya yang dengan besar hati membujuk aku agar mau menjemput Mama! Padahal kami belum lama sampai di sana! Mama juga kan kalau gak mau telepon Mas Raska, Mama bisa telepon supir keluarga kita untuk jemput Mama!” Dalam hal ini aku hanya bisa mengalah dan bersabar. Mungkin memang kehidupan pernikahan seperti ini. Aku hanya masih belajar untuk terbiasa dengan kehidupan seperti ini. *** Hari berganti hari. Setelah kejadian saat Rayyan marah padanya, kini sikap Ibu Kirana perlahan semakin berbeda padaku. Dia hampir tidak pernah t

