#41

1002 Kata

  "Serius? Segila itu?" Luna bertanya heran, lalu sedetik kemudian ia terkikik geli hingga wajahnya memerah, gadis itu bahkan nyaris terjengkang dari atas kursi kalau saja Jeremy tidak menahannya. "Ketawanya biasa aja dong." Jeremy memperingatkan kala Luna hampir saja jatuh. Dia menceritakan sesuatu yang tak boleh ia bahas lagi sebenarnya. Namun, dia pikir memberitahu Luna tidak akan menjadi masalah. Tak Jeremy sangka, kalau reaksi Luna akan berlebihan seperti ini. Mengabaikan perkataan Jeremy, Luna justru tidak bisa menghentikan tawanya. Sekujur tubuh gadis itu bergetar, dengan suara yang tersendat-sendat, ia bertanya, "T-terus, gimana?" Jeremy menarik napas. Dia bercerita tentang bagaimana pertemuan pertamanya dengan Zero, kenangan yang tak mungkin dia lupakan seumur hidup, saking me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN