Franklin tiba di rumah sakit lebih cepat dari perkiraan. Pria itu langsung berlari mencari Azzura di UGD. "Zura!" teriak Franklin. Azzura menoleh ke arah Franklin kemudian tersenyum lega. "Di mana aku bisa mengecek darahku?" tanya Franklin dengan napas terengah-engah. "Tenang, Kak! Sebaiknya Kakak minum dulu!" perintah Azzura seraya menyerahkan air mineral yang belum sempat ia buka. Franklin pun menerimanya sembari mengucap basmalah dan membuka tutup botolnya. Perlahan ia meminum isinya beberapa tegukan. "Tekanan darah Kakak harus stabil dulu baru bisa cek darah," terang Azzura. "Gimana kondisi Ayyas?" tanya Franklin. Azzura menghela napas panjang lalu menggeleng. "Mas Ayyas belum sadar. Dia terluka parah. Kedua kakinya patah dan kehilangan banyak darah," jawabnya, lirih. "Semoga

