48. Menata Hati

1300 Kata

Azzura tak bisa menyembunyikan kesedihannya begitu jenazah Ayyas tiba di rumahnya. Dalam pelukan sang ibu, ia tak berhenti menangis karena kepergian Ayyas yang tiba-tiba. Saudara-saudaranya yang lain pun ikut menghibur Azzura yang sangat berduka, terlebih lagi kondisinya sedang hamil muda. Begitu banyak pelayat yang datang. Selain rekan kerja Ayyas dan teman-teman terdekatnya, rekan kerja Azzura serta kolega bisnis Hazig juga ikut hadir memberikan dukungan moral kepada Azzura dan keluarga yang ditinggalkan. Pukul sembilan pagi, jenazah Ayyas bersiap dimandikan. "Nak, kamu mau mandikan jenazah suami kamu?" tanya Nayyara setelah berhasil menenangkan putrinya. Azzura menjawab dengan anggukan kepala. Dengan dibantu oleh Emira, Azzura berdiri dan menghampiri Hazig yang berada di bagian bel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN