45. Their Happiness

1500 Kata

Azzura kembali masuk ke rumah sakit seperti biasanya, melayani pasien anak-anak dengan beragam keluhan medis yang mereka rasakan. Langkah anggunnya menuntun dirinya menuju lantai dua rumah sakit di mana poliklinik anak berada. Wajahnya yang terlihat semringah menjadi sasaran godaan sesama rekan tenaga medis yang sudah mengetahui kabar pernikahannya dengan Ayyas. Ia tak marah sama sekali, bahkan ia turut mendoakan mereka yang masih belum menikah agar disegerakan menemukan jodohnya. Begitu sampai di poliklinik anak, Azzura sudah disambut oleh Annisa, perawat yang menjadi asistennya. "Selamat pagi, pengantin baru!" sapa Annisa dengan nada menggoda. "Selamat pagi juga, suster cantik tapi belum diajak naik pelaminan!" balas Azzura. "Ah, Dokter kok balasnya kayak gitu sih? Kan saya jadi peng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN