Seperti biasanya, setelah mereka kepasar dan menjual sayuran mereka. Mereka akan kembali ketempat ladang mereka bertani, sesampainya.
“Longer tak perlu kau paksakan tubuhmu itu, bisa bisa kamu akan sakit dan tentunya tak mudah bagi kita untuk menemukan tabib di desa terpencil ini. “ ucap Fusen menasehati Tian Long yang ikut membantunya mencangkul tanah.
“Tenanglah aku tahu batasanku. “ ucap Tian Long terus melanjutkan pekerjaannya, hingga benar apa yang dikatakan oleh Fusen.
Tiba tiba Tian Long terjatuh tak sadarkan diri. Fusen yang melihat hal tersebut langsung panik dan menghampiri Tian Long.
“Longer! Longer! “ ucap Fusen kemudian menggendong tubuhnya ketempat gubug kecil yang biasa mereka gunakan untuk beristirahat.
Sesampainya Fusen yang tidak tahu sama sekali ilmu pengobatan mondar mandir karena bingung harus melakukan apa.
Swuuuush! Tiba tiba muncul pria paruh baya dari kehampaan disamping Fusen.
“Aaaaa hantu!” teriak panik Fusen langsung menutup matanya.
“Anak muda tenanglah, aku hanya ingin membantu temanmu yang pingsan itu. “ ucap pria tersebut menenangkan Fusen.
Fusen kemudian memberanikan diri membuka matanya perlahan.
“Ehh..” ucap Fusen tak melihat pria paruh baya yang baru muncul tersebut.
Tiba tiba ia kembali terkejut saat pria paruh baya tersebut sedang mengecek nadi Tian Long.
“Emm dia hanya kelelahan saja.” ucap pria paruh baya yang tak lain Yang Kang.
Yang Kang mengeluarkan Pill tingkat tinggi yang dimilikinya dan akan memberikan pada Tian Long. Namun keinginannya terhenti setelah Fusen menghentikannya.
“Tunggu! “ ucap Fusen.
“Ada apa anak muda?” tanya Yang Kang.
“Apakah kau ingin meracuni temanku. “ ucap Fusen sambil menatap tajam Yang Kang.
“Hahaha tentu tidak, aku hanya ingin mengobatinya saja. “ ucap Yang Kang menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
Karena ia tahu mereka berdua hanyalah manusia biasa yang tidak mengerti akan Pill ataupun segala hal yang mengenai dunia Kultivator.
“Ini hanyalah obat saja, jadi kamu tak perlu sewaspada itu. “ ucap lagi Yang Kang.
“Aahh maaf maafkan aku tabib, jika begitu terimakasih telah membantu temanku. “ ucap Fusen kemudian membiarkan Yang Kang memberikan Pill penyembuh tersebut ke Tian Long.
Yang Kang mengangguk, kemudian ia memberikan Pill tersebut kearah mulut Tian Long, setelah menelannya Yang Kang kemudian menatap Fusen dengan lembut.
“Tunggu sebentar lagi temanmu akan sembuh, aku tidak bisa berlama lama karena aku memiliki tugas penting. “ ucap Yang Kang hendak pergi.
“Tabib tunggu! “ ucap Fusen kembali menghentikan Yang Kang.
Yang Kang membalikan tubuhnya setelah itu ia melihat lima keping perak yang disodorkan oleh Fusen.
“Harap tabib menerimanya sebagai imbalan.” ucap terpotong oleh Yang Kang.
“Tenanglah, aku melakukan ini dengan ikhlas jadi simpan saja. “ ucap Yang Kang melanjutkan perjalanannya.
“Teman yang setia. “ gumam Yang Kang terus melangkahkan kakinya menuju ketempat tujuannya.
Fusen hanya bisa diam dan menatap hormat kepergian pria tersebut. Tak berselang lama benar kata Yang Kang, Tian Long tersadar dari pingsannya.
“Kenapa aku tertidur disini. “ ucap Tian Long terbangun.
“Longer apakah badannmu masih lelah? Jika iya tidur saja biarkan aku yang bekerja. “ ucap Fusen terkejut berlari menghampiri Tian Long.
“Tidak Sen, hanya saja tubuhku terasa sangat bertenaga dan ringan, apa yang telah terjadi Sen? “ tanya Tian Long heran.
Fusen pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ia tutupi, setelah itu Tian Long berdiri dan menghadap kearah kepergian pria paruh baya yang tak lain Yang Kang sambil membungkukkan badannya sebagai tanda terimakasih sekaligus hormatnya.
Mereka berdua melanjutkan pekerjaan mereka dengan hati yang gembira, setelah itu hari kembali sore dan mereka pulang kerumah masing masing. Tian Long yang telah berada dirumahnya tiba tiba merasakan perasaan hambar kembali. Walaupun ia tak lelah, namun ia mencoba menghilangkan perasaan tersebut dengan cara tidur pada sore yang menjelang malam tersebut.
Namun hingga malam ia tidak bisa sama sekali memejamkan matanya. Hingga tiba tiba ia terbangun setelah mendengar suara para warga yang meminta tolong.
“Kita diserang! “
“Rampok! “
“Tolongg!”
“Cepat kabur! “
Suara penduduk desa yang meminta tolong membuat Tian Long segera berlari keluar rumah. Tiba tiba matanya melotot melihat apa yang terjadi didepan matanya.
Slaaaash! Slaaaash! Para warga dibunuh oleh gerombolan kelompok yang entah tidak diketahui. Melihat kejadian ngeri dan sekaligus tentu insting mempertahankan nyawanya Tian Long pun muncul. Dengan segera ia berlari menuju kearah barat kearah ladangnya.
“Ada yang kabur! Cepat tangkap dan bunuh ditempat! “ teriak salah satu diantara mereka.
Swuuuush! Mereka yang telah melihat Tian Long menjauh melesat dari atap rumah satu keatap lainnya masih berusaha mengejarnya. Sedangkan Tian Long yang terus berlari dan merasakan beberapa orang masih mengejar kearahnya, ia terus menerus berlari sekuat tenaganya. Hingga tak terasa pelariannya selama dua jam membuahkan hasil, ia yang lelah kemudian beristirahat sejenak. Namun alangkah terkejutnya baru ia meluruskan kakinya karena ia telah berlari sangat lama. Tiba tiba dari balik pohon yang ada didepannya muncul seekor harimau buas yang sedang kelaparan.
“Ooh langit.” ucap Tian Long perlahan tapi pasti berusaha kabur secara diam diam.
Kraaack! Tiba tiba kakinya mematahkan ranting kering. Sontak harimau tersebut menatapnya dengan tajam sambil menjilati lidahnya sendiri.
“Kaburr! “ teriak Tian Long yang telah melupakan rasa lelahnya.
Tian Long kembali berlari karena dikejar harimau tersebut hingga tak sadar ia memasuki sebuah goa yang dalam. Ia terus berlari hingga tiba tiba ia keluar dari dalam goa dan melihat banyaknya orang yang sedang mengantri.
“Cepat lari ada harimau yang kelaparan! “ teriak Tian Long terus menyerombol antrian tersebut.
Hingga tiba tiba ia terhenti setelah berada didepan pedang emas yang menancap ditanah.
“Kenapa kalian hanya diam. Cepat lari! “ ucap Tian Long heran.
“Pemuda gila! Jika ingin mencoba peruntungan lebih baik mengantri! “
“Pemuda bodoh! Minggir lah ini bukan tempat bermain.”
“Pemuda tak punya malu. “
Banyaknya cacian dan makian membuatnya begitu heran, setelah itu ia menatap pedang emas yang ada didepannya.
“Apakah mereka mengantri karena pedang ini? “ ucap dalam hati Tian Long kemudian mencabut pedang tersebut.
Swuung! Swuuuush! Tiba tiba pedang emas yang tergenggam oleh Tian Long berdengung dan melepaskan sinar keemasan dari seluruh tubuh pedang tersebut. Para Kultivator yang melihat hal tersebut sangat terkejut, seorang pemuda tanpa bakat bela diri ternyata ditakdirkan untuk memiliki pedang yang tak pernah dapat mereka miliki seumur hidup mereka.
" Apa! "
"Ba-bagaimana bisa! " ucap mereka semua terkejut setengah mati.
Tian Long yang berhasil mencabut pedang tersebut seketika terdiam mematung.
"I-inii." Sebelum Tian Long mengucapkan sesuatu, tiba tiba ucapannya terpotong karena seorang pemuda berteriak lantang.
" Tunggu apa lagi! Cepat rebut pedang itu! " teriak pemuda tersebut.
Swuuuush! Swuuuush! Tiiiing! Mereka melesat kearah Tian Long, namun langkah mereka dihentikan oleh lainnya yang juga ingin merebutkan pedang emas ditangan Tian Long. Malam yang dingin perlahan memanas, suara dentingan senjata mulai terdengar dari berbagai sisi ditempat kuno yang menyimpan pedang emas tersebut. Tian Long yang masih mematung kini semakin ketakutan melihat para Kultivator mulai saling melukai dan bahkan ada beberapa yang mulai membunuh.
"Hehehe.... Pedang emas ada didepanku! " teriak seorang pemuda yang melancarkan tinjunya kearah wajah Tian Long.
Pacccck! Suara tinju mengenai wajah Tian Long terdengar, Tian Long yang terpental dan masih menggenggam pedang emasnya seketika mengelus wajahnya, wajahnya yang tadinya terlihat bingung dan sedikit takut kini semakin menjadi jadi setelah melihat pemuda tersebut berjalan mendekat kearahnya.
" Ke-kenapa kau memukulku." ucap Tian Long kebingungan sambil termundur kebelakang.
" Karena pedang emas itu bukanlah hakmu." ucap penuh kemenangan Pemuda tersebut.
Pemuda tersebut semakin mendekat kearah Tian Long. Tian Long juga tak tinggal diam, ia mulai mengayunkan pedang emasnya kearah pemuda tersebut berharap pemuda tersebut segera menjauh darinya. Namun apa yang ia lakukan hanyalah sia sia belaka.
" Hahaha dasar pemuda bodoh! " ejek pemuda tersebut.
" Sudahlah tidak ada yang bisa menyelamatkanmu lagi saat ini... Jadi terima saja kematianmu." ucap datar pemuda tersebut sambil mengeluarkan pedang dari dalam cincin ruangnya.
Roh Dewi Pedang yang bersemayam didalam pedang emas telah terbangun dari tidur lamanya setelah menantikan masa yang ia tunggu selama ini. Melihat bahwa pemuda yang akan menggunakan pedangnya adalah seorang pemuda yang tidak memiliki bakat bela diri, membuatnya sangat kesal dan menggurutu didalam pikiran Tian Long. Karena bagaimanapun kini jiwanya ia telah terhubung dengan Tian Long.
" Oooh langit! Kenapa kau memilih sampah ini." gerutu Dewi Pedang yang membuat Tian Long sangat terkejut dengan suara wanita yang ada dipikirannya.
Swuuuuuush! Tiba tiba disaat ia ingin membalas ucapan Dewi Pedang, matanya menjadi kabur dan akhirnya ia tak sadarkan diri .
"Jika begini aku tak mungkin dapat menggunakan sekecil apapun kekuatanku." ucap Tian Long yang ternyata dirasuki oleh roh Dewi Pedang.
Swuuuush! Tiiiing! Klaaaang! Pedang milik pemuda yang akan membunuh Tian Long tiba tiba patah saat ia mengayunkan pedangnya kearah Tian Long, namun Tian Long tiba tiba tak tinggal saja dan langsung memblokir serangan pedangnya. Pedangnya yang patah membuatnya sangat terkejut sekaligus sangat senang. Bagaimanapun dengan pembuktian yang ia lihat bahwa pedang tingkat normalnya langsung patah, maka pedang emas tersebut adalah pedang yang bisa dikatakan lebih tinggi tingkatannya.
****
Di Benua Langit, para Kultivator memiliki tingkatan ranah kultivasi.
Tingkatan :
1. Kayu tingkat satu sampai lima.
2. Baja tingkat satu sampai lima.
3. Emas tingkat satu sampai lima.
4. Alam tingkat satu sampai lima.
5. Master Alam tingkst satu sampai lima.
6. Grand Master tingkat satu sampai lima.
7. Langit tingkat satu sampai lima.
8. Master Langit tingkat satu sampai lima.
9. Surgawi tingkat satu sampai lima.
10. Glory tingkat satu sampai lima.
11. Saints Glory tingkat satu sampai lima.
12. Dewa tingkat satu sampai tiga.
13. Dewa sejati tingkat satu sampai tiga.
14. Dewa Langit tingkat satu sampai tiga.
15. Dewa Keabadian tingkat satu sampai tiga.
Para Kultivator membutuhkan sumberdaya seperti Pill ataupun lainnya yang memiliki tingkatan tersendiri.
Tingkatan :
1. Rendah.
2. Normal.
3. Tinggi.
4. Dewa.
Para Kultivator juga membutuhkan senjata sebagai pelengkap pertempuran mereka, senjata juga memiliki tingkatan tersendiri.
1. Rendah.
2. Sedang.
3. Tinggi.
4. Dewa.
Sebagai pelengkap, kekuatan darah juga memiliki manfaat yang cukup besar tingkatannya :
1. Ayam ( Manusia biasa.).
2. Harimau.
3. Phoenix.
4. Dewa.
5. Naga.
Kualitas tulang :
1. Kayu.
2. Baja.
3. Emas.
4. Berlian.
Para Kultivator memiliki kelebihan pada pengendalian lima elemen yang ada di Benua Langit.
1. Angin.
2. Air.
3. Tanah.
4. Api.
5. Kayu.
Kitab yang digunakan juga ada tingkatannya tersendiri.
1. Rendah.
2. Sedang.
3. Tinggi.
4. Dewa.
Kualitas tulang, Darah, ranah Kultivasi yang memiliki tingkatan tersendiri, mereka harus bisa meningkatkannya menggunakan cara apapun yang bisa mereka lakukan, namun tidak semudah yang mereka bayangkan, mereka harus mencari bahan atau sumber daya yang cukup sulit, sesuai tingkatannya.