2. Hari yang buruk

1001 Kata
Tian Long yang belum tidur semalaman pun beranjak dari tempat tidurnya, dan segera membuka pintu rumahnya. “Sen, bagaimana tidurmu malam ini? “ Tian Long bertanya pada Fusen. Fusen terbengong dan terheran mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Tian Long. “Longer apa ada masalah? “ Fusen bertanya karena rasa herannya. “Entahlah Sen, yang jelas aku tidak bisa tertidur dimalam tadi,“ ucap Tian Long jujur. “Baiklah, maafkan jika aku mengganggumu, lanjutkan saja tidurmu biarkan aku saja yang akan menjual hasil panen kita waktu lalu,“ ucap Fusen yang tak ingin kesehatan Tian Long terganggu. “Tidak Sen, aku akan tetap ikut kepasar denganmu, apalagi aku…” ucap Tian Long terpotong. “Haiishh kau ini belum tidur saja masih bisa memikirkan Chi Yue,“ ucap Fusen sambil menggelengkan kepalanya. Setelah itu, keduanya bersiap siap untuk pergi kepasar. Beberapa sayur yang telah mereka panen pun telah dimasukan kedalam tas mereka masing masing. Perjalanan dari rumah Tian Long nyatanya tidak terlalu jauh untuk menuju pasar. Berjalan selama lima belas menit, dan selama perjalanan pun mereka isi dengan canda tawa. “Hahaha apakah kau gila, tentu Yuer mana mungkin mau menikah denganmu,“ ucap Fusen sambil menggoda Tian Long menggunakan wajah konyolnya. “Apakah kau becanda Sen? Akulah pria tertampan diBenua ini mana mungkin ia akan menolak keinginanku," balas sengit Tian Long tak terima akan ucapan Fusen. “Siapa pria tertampan di Benua Langit ini!” Ternyata Chi Yue berada dibelakang mereka dan mengejutkan Tian Long serta Fusen. “Ehhh….” Tian Long salah tingkah. Sedangkan Fusen hanya bisa terdiam "...." “Longer, Yuer aku akan menjual beberapa sayuran dulu ya… Kalian lanjutkan saja perdebatannya," ucap Fusen seketika berlari menuju kedalam pasar. Tian Long yang melihat Fusen pergi mendahuluinya, kini hanya bisa menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. “Yuer, apakah kamu mendengar semua pembicaraanku dengan Fusen?" Tanya Tian Long kini merasa canggung. “Benar, lalu siapa yang mengatakan bahwa aku gadis galak, cerewet," ucap Chi Yue sambil menatap Tian Long tajam. "Dan tadi kau mengatakan kamu itu pria tertampan di Benua ini? Sungguh tak tau diri!" Chi Yue menambahkan. “Aku…. Aaakkkhh!" Teriak Tian Long berteriak menahan rasa sakit akibat Chi Yue mencubit lengannya. Setelah itu Chi Yue yang merasa kesal menghentakan kakinya, dan segera meninggalkan Tian Long dengan wajah memerah. “Yuer,” ucap pelan Tian Long merasa bersalah sambil mengelus elus lengannya. Tian Long akhirnya ikut memasuki pasar dan menawarkan sayur segarnya ke pedagang sayur yang biasa menerima panen sayurnya. Salah satunya nenek tua yang sering meminta sayur yang Tian Long panen untuk dijual olehnya. “Nek sayur ini pesanannya nenek, dan mana uang penjualan kemarin?" Tanya Tian Long ramah sambil memberikan senyum tampannya. Nenek yang biasa memesan sayuran pada Tian Long untuk dijual kembali pun memberikan hasil penjualan kemarin dengan senang hati. “Wahh lumayan juga hasilnya nek, ini untuk nenek,” ucap Tian Long memberikan lima keping perak. Mata uang yang digunakan untuk pembelian barang di Benua Langit yaitu. Emas, nilai satu keping emas sama dengan 100 keping perak, jika dijadikan logam maka 1000 keping logam mata uang. “Longer, ini terlalu banyak," ucap nenek tua tersebut. “Terima saja nek, anggap uang itu sebagai rasa terimakasihku ataupun sebuah tips pada nenek yang telah menjualkan sayuranku,“ ucap Tian Long langsung pergi dan hendak berjalan jalan. Ditengah perjalanannya tiba tiba ia bertemu dengan Fusen kembali yang tersenyum lebar sambil menimang nimang kantong uangnya. “Sen kulihat suasana dipagi ini sangat menyenangkan,“ ucap Tian Long terus berjalan disamping Fusen. “Tentu lihatlah ini,” ucap Fusen memperlihatkan puluhan keping perak yang ada dikantong uangnya. “Aku juga," balas Tian Long. “Hahaha hari ini sepertinya kita akan makan enak," ucap lagi Tian Long. “Benar Longer, mari kita kedai milik Yuer,“ ucap penuh semangat Fusen. “Mari!" Balas tak kalah penuh semangat Tian Long. Setelah itu mereka berdua menuju kedai milik Chi Yue, sesampainya tiba tiba emosi Tian Long memuncak melihat Chi Yue yang digoda oleh preman pasar. Setiap belaian tangan preman pasar tiba diwajah mulus Chi Yue. “Yuer!“ Ucap Tian Long langsung berlari kearah Chi Yue yang wajahnya dibelai oleh preman tersebut. Sontak preman tersebut yang biasa menagih uang keamanan menaikan alisnya, dan menurunkan tangannya dari wajah Chi Yue. “Waoo ternyata ada pahlawan kesiangan,” ucap Preman tersebut mengejek Tian Long. “Lepaskan Chi Yue!“ Ucap Tian Long menarik baju preman tersebut. Plaaaaak! Tidak mendapat jawaban, tetapi mendapat sebuah tamparan yang keras dari preman tersebut. “Huh ganggu saja kesenangan suasanaku. Fao Li hajar dia!" Ucap preman tersebut memerintahkan anak buahnya. “Baik boss!“ Jawab Fao Li penuh semangat. Fao Li kemudian menghampiri Tian Long yang tersungkur, dan kembali menghantam menggunakan tangannya. Chi Yue yang melihat hal tersebut ingin membantu Tian Long namun apa daya, berbeda dengan Fusen yang sedang bersembunyi didekat pedagang daging didekat tempat kedai Chi Yue. Plaaaak! Duuuugh! Plaaaak! Tian Long terus menerima tamparan dan tendangan keras dari Fao Li, setelah puas menghajar preman pasar bersama Fao Li pergi meninggalkan Tian Long yang telah babak belur. “Gege,“ ucap Chi Yue mendekat kearah Tian Long dan membantunya berdiri. “Wajahmu,” ucap Chi Yue yang langsung mengelap darah dibibir Tian Long. Tian Long yang tadinya merasa tubuhnya pegal, dan tak bertenaga langsung kembali pulih saat Chi Yue membantunya berdiri. Tak hanya itu saja hatinya merasa tersentuh saat Chi Yue mengelap darah dibibirnya dengan perlahan. “Yueer ini yang aku inginkan, jika tiap hari aku…” Ucap Tian Long terhenti. Plaaaaak! Bruuuugh! Chi Yue langsung menampar Tian Long dengan keras, dan langsung meninggalkannya memasuki kedai miliknya sendiri. “Akkkh!" Pekik Tian Long yang tersungkur. Fusen yang telah melihat kepergian dua preman pasar, dan melihat Tian Long terkena tamparan lagi segera membantu Tian Long. “Longer mungkin ini hari burukmu," ucap Fusen sedikit menahan tawa. “Diamlah! Lebih baik kamu bantu aku berdiri bukan hanya bisa mengejekku saja," ucap Tian Long menggerutu kearah Fusen. Fusen segera membantu Tian Long berdiri, setelah itu keduanya memesan makanan di kedai Chi Yue.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN