“Ck! Bukankah tadi sudah aku katakan kalau sebaiknya kita tidak perlu pergi hari ini? Kenapa kau masih saja keras kepala? Lihatlah! Bukannya membaik, kondisimu justru semakin bertambah parah!” Sama seperti perasaan pasangan lain yang berada dalam ruang lingkup semesta yang sama, ocehan panjang Gara agaknya bukan sesuatu yang berlebihan sebab jiwa-jiwa bak dewa pelindungnya memang secara naluri alamiah muncul ke permukaan. Terlebih ketika Gara merasa jika hanya dia yang bisa Aurel andalkan saat ini, tentu saja sifat over protektifnya bergulir tidak terkendali. “Sudah tahu jika kondisi fisikmu masih lemah, tapi bisa-bisanya kau bertingkah sok kuat seperti ini. Kalau sampai terjadi apa-apa denganmu, bagaimana? Kau tidak hanya akan menyusahkan aku, tapi juga dirimu sendiri, Rel!” “Astaga, T

