"Yang penting sampai tahu!" tegas Carla sambil menatap mata Cerland dan memasang wajah garang.
"Tapi udah gelap!" balas Cerland yang juga menatap mata Carla dan memasang wajah garang.
"Udah gede juga, masa takut sih jalan malam?"
"Ih, siapa bilang takut? Cuma kalau bisa nggak sampai malam, ngapain sampai malam coba?"
"Udah debatnya! Mending kalian lihat stand-stand yang ada di sini daripada bikin keributan. Malu-maluin aja," ucap Saex sambil menghela napas panjang melihat kelakuan kedua temannya yang kekanak-kanakan.
Sebenarnya Carla dan Cerland sudah berdebat semenjak di rumah Carla, tapi perdebatan mereka tak kunjung selesai. Tak ada yang mau mengalah dan isi perdebatan mereka tidak berubah, mereka hanya berputar-putar dengan tema dan alasan yang sama.
"Nggak usah sok-sokan paham. Kalau nggak ngerti, tanya aja. Nggak usah kebanyakan gengsi," ucap Cerland setelah melihat Carla yang memasang wajah serius setiap kali melewati sebuah stand.
Carla hanya cengar-cengir karena ucapan Cerland 100% benar. Ia hanya berusaha terlihat serius dan mengerti ketika ada tulisan atau gambar yang dipajang, padahal ia tidak mengerti atau bahkan tidak membacanya.
"Mampir dulu aja, bisa tanya-tanya juga kok."
"Ada banyak fasilitas di akademi kami lho!"
"Dijamin nggak bakal nyesel kalau masuk akademi ...."
"Mampir yuk!"
"Jadi, disini ada kelas ...."
Saat Saex dan Cerland melewati stand pasti ada orang yang menawari mereka untuk berkunjung ke stand. Sedangkan, Carla yang berdiri tepat di belakang mereka mendapat perlakuan yang berbeda.
Hanya beda beberapa detik dan perlakuan mereka sudah berbeda jauh, bagaikan langit dan bumi.
Keadaan stand menjadi hening ketika Carla lewat, anak-anak akademi yang berjaga di stand langsung sibuk dengan pekerjaan masing-masing, entah itu benar-benar sibuk atau hanya berpura-pura sibuk agar Carla tidak mendatangi stand mereka.
Carla sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, karena ia sendiri tahu bahwa hampir semua akademi pasti tidak mau menerima anak dengan nilai rendah sepertinya. Ucapan Vizer Academy dua bulan lalu pun tidak bisa 100% dipercaya, bisa saja mereka mengatakannya untuk tujuan lain, ya kan?
Walaupun begitu, Carla mengakui jika aura pintar Cerland dan Saex sangat terasa dimana pun mereka berada. Aura Carla yang berada tepat di samping mereka pasti tidak terlalu mencolok dan terlihat seperti anak sekolah biasa.
Setelah beberapa jam berputar-putar di stadion, akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk duduk di luar stadion sambil berbincang-bincang. Untungnya keadaan stadion tidak terlalu ramai sehingga mereka bisa dengan mudah menemukan pintu keluar.
"Udah milih akademi?" tanya Saex tepat setelah mereka duduk di salah satu bangku yang disediakan di luar stadion.
Cerland menggeleng pelan sedangkan Carla masih diam. Kali ini Carla bukan sok-sokan diam, tapi ia benar-benar sedang berpikir.
Saex dan Cerland sebenarnya sudah memutuskan untuk mencoba di Vizer Academy, karena jika mereka ditolak pun, masih ada kesempatan dua kali untuk berpikir lagi. Hanya saja, jika mereka memilih di Vizer Academy, maka kemungkinan besar mereka harus berpisah akademi dengan Carla.
Walaupun dari segi ranking mereka berdua dan Carla berbeda jauh, tapi mereka sudah lama bersahabat, apalagi jika berbeda akademi, artinya ada kemungkinan mereka harus berhadapan satu sama lain saat Pertandingan Akademi Tahunan, dan melawan sahabat sendiri rasanya tidak benar.
Pertandingan Akademi Tahunan berbeda dengan pertandingan antar sekolah biasanya, semuanya dipertaruhkan disana, bahkan terkadang nyawa pun menjadi taruhannya. Menjadi lawan dalam Pertandingan Akademi Tahunan adalah sesuatu yang sangat serius.
Selain itu, selama mereka berkeliling di stadion, ada banyak hal dari akademi lain yang menarik perhatian mereka. Sehingga Saex dan Cerland menjadi ragu.
"Kayaknya ... Grizzle Academy," ucap Carla dengan suara pelan.
"Hah!?" teriak Saex dan Cerland bersamaan ketika mendengar ucapan Carla. Orang-orang bahkan melihat ke arah mereka karena teriakan Saex dan Cerland cukup nyaring.
Carla menatap kedua temannya dengan ekspresi datar. Ia mengucapkannya dengan suara pelan, tapi teman-temannya malah berteriak.
"Carla, kamu tahu kan sejarah Grizzle Academy?" tanya Saex dengan tenang, ia berusaha mengecilkan suaranya walaupun masih kaget dengan ucapan Carla.
"Enggak," jawab Carla dengan santainya.
Saex dan Cerland saling pandang, mereka bertukar pikiran tanpa mengatakan sepatah kata pun.
"Emangnya kenapa?" tanya Carla setelah beberapa detik.
"Grizzle Academy sudah lama dicap sebagai akademi terburuk. Bahkan di Pertandingan Akademi Tahunan mereka sudah di blacklist sebanyak dua kali," ucap Cerland mencoba menjelaskan.
"Bisa lebih rinci lagi?" tanya Carla sambil sedikit tersenyum. Ia bukannya tidak paham dengan penjelasan Cerland, hanya saja Carla ingin mengetahui hal yang lebih spesifik lagi.
"Sejak awal Grizzle Academy berdiri, tidak ada sejarah yang mengesankan dari mereka. Tahun pertama sampai keenam Pertandingan Akademi Tahunan diadakan, mereka tidak bisa mengikutinya karena kekurangan murid untuk diikutsertakan. Di tahun ketujuh Pertandingan Akademi Tahunan diadakan, mereka mempunyai cukup murid untuk berpartisipasi, tapi kekuatan mereka sangat kurang sehingga tidak bisa mengikuti susunan acara dengan baik. Bahkan poin akademi mereka minus. Setelah itu mereka di blacklist selama empat tahun."
"Setelah masa blacklist lewat, mereka sengaja tidak mengikuti Pertandingan Akademi Tahunan karena takut. Satu tahun kemudian, mereka memutuskan mengikuti Pertandingan Akademi Tahunan lagi, dan hasilnya sama. Mereka pulang dengan blacklist selama empat tahun lagi. Lalu dua tahun terakhir mereka tidak mengikuti Pertandingan Akademi Tahunan," jelas Saex dengan sangat rinci.
"Tidak ada orang yang tahu kenapa Grizzle Academy masih bisa bertahan sampai sekarang. Hampir tidak ada anak yang mau masuk ke Grizzle Academy, hanya golongan pecundang yang biasanya memilih Grizzle Academy." Cerland menambahkan penjelasan Saex.
Carla mengangguk-angguk setelah mendengar penjelasan dari Saex dan Cerland.
"Jadi, kamu mau masuk akademi mana?" tanya Saex lagi setelah penjelasan panjang lebar tadi.
"Grizzle Academy," jawab Carla dengan tegas. Ia tidak ragu sedikit pun untuk menjawabnya.
"Car, kamu paham penjelasan barusan nggak? Grizzle Academy bahkan nggak masuk peringkat akademi karena nggak ikut Pertandingan Akademi Tahunan," protes Cerland setelah mendengar jawaban Carla.
"Justru itu, aku mau menyebarkan virus-virus percaya diri supaya mereka ikut Pertandingan Akademi Tahunan. Lagian kalau aku keterima di akademi lain pun, kemungkinan besar semua guru dan murid meremehkanku. Daripada di tempat yang menyebalkan dan penuh tekanan, lebih baik aku ke tempat yang bisa menerimaku dengan baik. Lagian, aku penasaran sama Grizzle Academy." Carla menjelaskan tanpa ragu sedikit pun.
Lagi-lagi Saex dan Cerland saling pandang. Setelah itu mereka terdiam selama beberapa menit.
Sementara Saex dan Cerland berpikir keras untuk mengatur kata dan membujuk Carla untuk mengubah keputusannya, Carla sibuk menikmati pemandangan di sekitarnya. Ada banyak anak-anak seumurannya dari berbagai sekolah yang juga sedang pusing memikirkan akademi yang harus mereka pilih.
Setelah cukup lama duduk di sana, Carla baru menyadari bahwa ada beberapa akademi yang juga melakukan sedikit pertunjukan di luar stadion untuk menarik perhatian para calon murid.
Carla melihat ke berbagai arah, berharap menemukan apa yang dicarinya. 'Ngapain dicari Car, mereka nggak mungkin bikin pertunjukan. Menjaga stand di sini saja sudah memalukan bagi mereka,' ucap Carla dalam hati.
"Aku sudah memutuskan," ucap Cerland setelah cukup lama.
"Aku juga," ucap Saex dengan ekspresi wajah yang sangat yakin.
"Terus, jadinya apa?" tanya Carla sambil melihat ke langit. Ia sama sekali tidak berharap Saex dan Cerland memilih akademi yang sama dengannya, karena memang tingkatan Carla dengan mereka berdua berbeda jauh.