SEMBILAN - PEDE AJA

1013 Kata
Kalau kata Carla sih pede aja apa pun yang terjadi. Awalnya Ruby, Lily, Verzo, Xaveria, dan Xaverio mengiyakan ucapan Carla dengan santai. Seakan-akan kepedean Carla tiba-tiba merasuki tubuh mereka sesaat. Karena harapan-harapan yang diberikan Carla, Cerland, dan Saex serta pujian-pujian yang dilontarkan, akhirnya anak-anak Grizzle Academy menjadi lebih percaya diri daripada sebelumnya. Mereka dengan sepenuh hati mengikuti arahan-arahan yang diberikan. Walaupun begitu sepertinya mereka tetap tidak sanggup jika menjadi pusat perhatian, apalagi dengan tatapan-tatapan aneh dan jijik. Padahal mereka tidak melakukan apa-apa, tapi entah kenapa semua orang berpikiran buruk. Tentu saja tatapan-tatapan itu mereka dapatkan ketika sampai di depan stadion. Dengan gerobak besar yang tampak usang dan juga aura positif mereka yang menyebar, tentu saja mereka akan menjadi pusat perhatian. Terlihat seperti perpaduan yang aneh, aura yang cerah dengan barang-barang usang. Seperti kegelapan dan terang yang menyatu. Bahkan akademi-akademi lain yang sedang melakukan gerakan-gerakan sihir untuk promosi juga menghentikan kegiatan mereka. "Gapapa nih?" tanya Xaveria sambil berbisik agar orang-orang yang memperhatikan mereka tidak mendengar suaranya. Matanya terus memandang ke sekeliling, memperhatikan orang-orang yang memperhatikan mereka. "Pede aja," balas Carla tanpa ragu. Ruby, Lily, Verzo, Xaveria, dan Xaverio tiba-tiba ingin memukul Carla karena jawabannya yang membangkitkan emosi. Ngomong sih gampang, tapi kalau keadaannya kayak gini beda cerita Carla, batin mereka setelah mendengar jawaban Carla. Menjadi pusat perhatian karena sesuatu yang baik memang menyenangkan, tapi kalau menjadi pusat perhatian karena hal buruk, rasanya ingin menghilang saja. Di sebelah mereka, Cerland dan Saex berjalan dengan santai, seperti tak terpengaruh dengan puluhan tatapan mata yang memandang. Mereka yakin dengan kemampuan yang mereka miliki serta tidak ragu untuk melakukan apa yang sudah mereka putuskan. Bagi mereka pandangan dari orang-orang bukanlah sesuatu yang bisa mengalahkan mereka, jadi buat apa untuk malu? Carla, Cerland, dan Saex sebenarnya agak bingung dengan kejanggalan-kejanggalan yang mereka temukan setelah mencari tahu Grizzle Academy lebih dalam. Siswa disana tidak seburuk itu, bahkan laboratorium mereka berjalan dengan baik dan perpustakaannya digunakan dengan baik, tapi kenapa mereka tidak berkembang? Setelah keadaan hening selama beberapa saat, tiba-tiba ada orang yang berteriak, "Oh itu akademi hancur yang lagi sok-sokan bawa barang padahal nggak bakal ada yang tertarik buat daftar. Hahaha mana pakai gerobak hancur lagi." Serentak orang-orang tertawa dan mulai berbisik-bisik. Orang yang tadi berteriak melanjutkan aksinya dengan mengeluarkan sebuah lencana kecil yang menunjukkan bahwa ia mendapat ranking 5 di Reveary School. Cerland dan Saex saling pandang seakan-akan sedang membaca pikiran satu sama lain, karena mereka tahu bahwa Starlight School masih berada di atas Reveary School. Starlight School memang masuk sekolah golongan tengah, tapi banyak orang yang menghormati anak-anak Starlight School layaknya sekolah golongan atas. Dengan santai, Cerland dan Saex mengeluarkan lencana ranking mereka yang selama ini mereka masukkan di saku. Sedangkan Carla hanya tersenyum penuh arti, ia tidak memiliki lencana tapi setidaknya ia bangga dengan pencapaian teman-temannya. "Ekhem, kita baru daftar di Grizzle Academy. Sekadar informasi, akademi kami lebih baik dari bayanganmu. Jangan banyak omong kalau nggak tahu kenyataannya," ucap Saex sambil menatap orang yang berteriak tadi dengan tajam. "Lebih baik cari informasi lebih banyak sebelum berteriak seperti orang gila," celetuk Cerland yang juga menatap dengan tajam. Ruby, Lily, Verzo, Xaveria, Xaverio, dan Carla yang berdiri di belakang Saex dan Cerland hanya tersenyum penuh arti. Mereka sangat puas dan bahagia melihat Saex dan Cerland membalas teriakan orang itu. Orang yang tadi memamerkan lencana rangkingnya tiba-tiba bungkam. Ia memasukkan lencananya lagi ke dalam saku dan berjalan menjauh tanpa mengatakan sepatah kata pun. Lencana rangking memang diberikan untuk mengapresiasi murid, tapi tidak wajib digunakan. Itulah sebabnya Saex dan Cerland tidak menggunakannya dan hanya membawanya saja. "Ranking satu dan dua Starlight school ... kalau nggak salah, julukan mereka adalah duo jenius SS, pencetak rekor tertinggi dari Starlight School, iya kan?" tanya seorang perempuan yang berdiri tidak jauh dari Saex dan Cerland. Pertanyaannya terdengar dengan jelas di antara keheningan. "Katanya identitas asli duo jenius SS sudah tidak disebarluaskan, mereka juga sudah hiatus setahun." "Sudah lama aku tidak mendengar julukan itu, bukannya mereka sudah hilang?" "Ada yang bilang mereka bertengkar hebat dengan pihak sekolah karena alasan pengunduran diri mereka dari berbagai olimpiade hanyalah alasan sepele." "Memangnya mereka masih berbakat?" "Kalaupun mereka masih ada, tidak mungkin mereka masuk Grizzle Academy." Keadaan kembali menjadi ramai, sedangkan Cerland dan Saex saling bertatapan. Mereka sedang bergumul dengan diri mereka sendiri. "Kalian mau menjelaskan atau enggak?" bisik Carla sambil berjalan mendekati Cerland dan Saex. Sebenarnya Carla tahu kebenarannya dan ia bisa saja membantu kedua temannya menjelaskan, tapi karena itu informasi pribadi teman-temannya, Carla memberikan kesempatan untuk mereka menentukannya sendiri. Setelah beberapa saat berpikir, Cerland dan Saex menggeleng pelan. "Ya sudah, yuk masuk ke dalam," ajak Carla sambil mengangkat sebuah kotak berisi buku diikuti dengan anak lainnya. "Tuh kan, mereka bukan duo jenius SS." "Mungkin cuma bohongan, lencana itu bisa saja palsu kan?" Keadaan semakin ramai ketika anak-anak Grizzle Academy masuk tanpa menjawab. Ruby, Lily, Verzo, Xaveria, dan Xaverio bingung tapi mereka merasa bahwa ini bukanlah saat yang tepat untuk bertanya. Sedikit informasi tentang duo jenius SS. Starlight School dari awal memang sekolah golongan tengah, tapi mereka sempat masuk sekolah golongan atas saat duo jenius SS aktif mengikuti berbagai perlombaan mewakili sekolah. Sayangnya di tahun terakhir duo jenius SS di sekolah, mereka memutuskan untuk tidak mengikuti perlombaan apa pun dan atas permintaan mereka juga, semua informasi tentang duo jenius SS dihilangkan. Sebagian besar orang masih mengingat duo jenius SS, tapi sudah jarang dibicarakan. Semenjak duo jenius SS berhenti, Starlight School kembali ke golongan tengah lagi, tapi orang-orang masih beranggapan bahwa Starlight School layak tetap berada di golongan atas. Hanya saja penilaian formal tidak bisa diubah hanya karena anggapan banyak orang. Identitas sebenarnya dari duo jenius SS memang Cerland dan Saex. Hanya saja mereka tidak suka dengan julukan itu, rasanya kosong. Beda dengan julukan mereka sebelumnya, julukan yang sudah terlupakan oleh orang-orang, tapi selalu menjadi kenangan terbaik mereka. "Kalau memang nggak mau ya nggak usah, lagian kalian kan sekarang sudah terbiasa tidak mendengarkan ucapan orang-orang," ucap Carla saat mereka sedang berjalan ke stand Grizzle Academy. Saex dan Cerland mengangguk pelan lalu menghela napas dengan kasar. Tanpa mereka sadari, perempuan yang tadi menyebutkan duo jenius SS mengikuti mereka dengan sangat antusias.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN