Meyra dan Pria Asing?

1150 Kata

Langkah tegap seorang pria terdengar berirama di sepanjang koridor berlapis karpet tebal. Setiap gerakannya mantap, menyiratkan wibawa yang membuat siapa pun menoleh. Kemeja hitamnya tampak kontras dengan jas abu-abu gelap yang ia kenakan, sementara kacamata hitam di wajahnya menambah kesan misterius. Begitu memasuki gedung megah itu, beberapa pekerja langsung berdiri menyambut. “Selamat siang, Tuan Sagara!” “Tuan, bolehkah kami menyapa Anda sebentar saja? Mungkin… tanpa kacamata itu?” Sagara hanya tersenyum tipis. “Maaf,” ujarnya pelan, suaranya tenang namun tegas. “Saya harus menemui kakakku sekarang. Mungkin lain kali.” Para pekerja saling pandang, kecewa tapi tak berani memaksa. Mereka segera memberi jalan ketika Sagara melangkah menuju ruangan besar di ujung koridor. Begitu p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN