Pertemuan Misterius

1895 Kata

Tangan Wira mengepal begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih saat matanya terpaku pada layar tablet di ruang kerjanya. Berita utama dari salah satu media bisnis menyorot “Elara Atelier Menjalin Kerjasama Strategis dengan Atmaja Corporation”. Kedua alisnya bertaut rapat. Napasnya terasa memburu, bukan karena berita itu membawa ancaman secara langsung pada bisnisnya, melainkan karena nama Aruna kembali terukir di samping nama pria lain. “Rendra Samudra Atmaja …,” desisnya pelan, penuh tekanan. Nama itu seakan menjadi duri yang menusuk hatinya. Ia ingat betul, pria itu adalah orang yang beberapa kali ia lihat berdiri di samping Aruna. Setiap kali, Aruna tampak lebih tenang, bahkan… tersenyum. Senyum yang dulu hanya menjadi miliknya. Ia menutup laptop dengan kasar hingga bunyiny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN