CHAP 13 – Sarapan Pagi

1984 Kata
CHAP 13 – Sarapan Pagi   “Bagaimana perkembangan rencana kita saat ini, Di?” Tanya Lani di seberang telepon. “Ya ma….rencana kita sudah selangkah lebih maju.” “Maju kemana?” “Aldo sudah menyatakan cintanya padaku. Sekarang kami sepasang kekasih.” “Bagus, tapi kamu harus ingat di dalam otakmu, ini hanya sandiwara. Jangan terbawa perasaan dan jangan berikan perasaanmu pada Aldo. Dia hanya umpan kita.” “Ya ma, Di mengerti. Semoga secepatnya bisa selesai rencana ini.” “Apa kau sudah mengetahui siapa yang membuat papa bangkrut?” “Belum ma, Di masih menyelidikinya. Ada beberapa orang terlibat dan sepertinya agak rancu karena ada seorang yang sangat hebat dibelakang semua ini. Master mind.” “Mama doakan kamu nak. Secepatnya selesaikan rencana kita. Cepatlah kembali ke Australia dengan mama.” “Teeettt…..Teeetttt.“ Bunyi bel unit Nath, yang ia tahu itu pasti Aldo. “Sudah ya ma, Aldo sepertinya datang. Di, sayang mama.” “Hati-hati nak. Mama juga sayang kamu.” Nath segera membuka pintu dan tiba-tiba…. CUP…CUP…CUP.. Aldo langsung mencium bibir Nath 3 kali. “Pagi-pagi udah main nyosor aja.” Protes Nath memajukan bibirnya. “Haha…namanya juga orang sedang jatuh cinta. Dan salah sendiri, bibir kamu bikin aku ketagihan.” Aldo tersenyum senang, sarapan pagi yang membahagiakan bagi Aldo. “MODUS banget…..” Nath memanyunkan bibirnya. “Modus sama pacar sendiri sih gak apa-apa donk. Daripada modus sama orang lain.” Aldo memeluk mesra Nath, bermanja - manja di pagi hari. “Hadeh…alasan kamu sih segudang deh.” Nath segera melepaskan pelukan Aldo, ia harus bersiap - siap segera. “Yuks, kita ngantor, ntar telat. Sekalian beli sarapan dulu.” “Hm….aku udah buat sarapan. Kamu mau?” Nath menunjukkan bekal makanan yang sudah disiapkan di meja kepada Aldo. “Sarapan disini apa di kantor aja?” “Terserahlah…..” “Hmmm enakan makan di sini deh, biar masih hangat-hangat… Kayak cinta aku sama kamu…. Selalu hangat bahkan HOT abis.” Rayu Aldo. “LEBAY banget si…..Rayu terosss….Pantang mundur.” Nath mencibir Aldo yang semakin hari semakin jago merayu. “Daripada ngerayu mak lampir, mending rayu pacar sendiri lah. Aku boleh masuk gak sih, masa dari tadi nangkring di depan, kalau jemuran, udah keburu kering nih.” Aldo senyum - senyum melihat Nath yang dari tadi ketus terhadapnya. Memang Nath ini kelihatannya ketus tapi perhatiannya untuk Aldo luar biasa. “Masuk dah masuk” Nath mempersilahkan Aldo masuk ke dalam unit. Masih ada waktu 1,5 jam untuk jam masuk kantor, seharusnya sarapan saja tidak akan membuat mereka terlambat. Akhirnya Aldo masuk dan akan makan sarapan yang telah Nath buatkan tadi pagi. Nath tau kalau Aldo sangat senang makan nasi goreng ham dengan toping keju mozzarella dan telur mata sapi, ditambahkan sedikit mix vegetables. Dulu jika tidak ada makanan di rumah, Diana selalu memasakkan nasi goreng untuk Aldo, dan ia pasti langsung menghabiskannya tanpa sisa, bahkan bisa meminta dimasakkan lagi. Jadi Nath membuat 3 porsi karena jika hanya 2 porsi, pasti Nath tidak mendapatkan bagian atau Aldo menyuruhnya masak lagi. “Mari makan……Sepertinya wanginya enak….Apa aja tuh isi nya.” Tanya Aldo penasaran. “Nasi goreng campur aduk. Cobain aja.” Nath langsung membuka kotak makan pertama untuk Aldo dan kotak makan kedua untuknya. “Waw….wangi banget, aku coba ya.” Aldo menghirup wangi nasi goreng buatan Nath, dari wanginya saja sudah menggugah selera, apalagi memakannya. “…………………………………” Setelah suapan nasi goreng pertama Aldo, Aldo langsung terdiam dan seperti orang melamun. “Kenapa pak? Gak enak ya? Rasanya parah banget ya? Kalau gak enak…jangan dimakan, ntar di bawah kita beli sarapan lain.” “Ini….enak banget…aku sampai mau nangis. Pacarku ini koki yang hebattttttt.” Aldo terharu dengan masakkan Nath. Rasanya mungkin seperti masakan Diana yang lama tidak pernah ia rasakan. Tanpa suara, Aldo menghabiskan 1 porsi kotak makan nasi goreng buatan Nath. Suasana makan yang sangat hening. Aldo seakan meresapi semua rasa pada nasi goreng yang telah Nath buat. Terharu bercampur bahagia, mungkin itu yang bisa dideskripsikan dari wajah Aldo. Nath hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Aldo yang seperti anak kecil mendapatkan permen yang sangat ia sukai.  Setelah habis 1 kotak, mata Aldo kemudian menjelajah ke meja makan, masih ada 1 kotak lagi yang masih rahasia isinya. Apa nasi goreng yang sama dengan yang tadi ia makan? Rasanya ia masih sangat lapar. Entah kenapa nafsu makannya dan moodnya kembali baik setelah memakan masakan Nath.. “Nath…itu kotak makan yang 1 lagi punya siapa?” Aldo menunjuk kotak pink yang masih tertutup. “Punya aku lah, buat ntar siang.” Nath langsung mengambil dan pura – pura memeluk kotak makan hello kitty berwarna pinknya. Memeluk posesif seakan tidak akan iya berikan kepada Aldo. “Isi nya apa?” Aldo penasaran mendekat kepada Nath.  “Nasi goreng yang sama lah, aku kan masak sekalian aja buat makan siang nanti. Biar irit, gak usah makan dari resto terus. Gak sehat!” Nath masih memeluk posesif kotak makannya. “Bisa kasih aku aja gak? Aku laper banget.” Rayu Aldo. Aldo sangat kangen makanan yang biasa dimasakkan oleh Diana, dan rasa nasi goreng yang dibuatkan oleh Nath sama dengan Diana, bahkan seperti copy paste semua rasa dan isinya. “Itu tadi kan udah habis 1 porsi, masa makan siang aku diambil juga sih!” Nath berpura – pura manyun untuk menggoda Aldo. Tidak rela membagi makanan dengan Aldo. “Ntar makan siang kamu aku pesen deh. Menunya terserah kamu. Mau harga berapa juga boleh. Please” Bujuk Aldo sambil mencolek pinggang Nath. “Dih, minta makanan orang tapi tangannya genit banget ini mah.” Protes Nath geli karena dicolek Aldo. “Hahah.. abis kamu cantik - cantik koq pelit.” “Pelit gimana? Buktinya aku udah masakin kamu itu 1. Uda sengaja aku persiapkan. Protes aku mah dibilang pelit!” Protes Nath memeluk kotak makan hello kittynya. “Please. Aku lapar parah nih.” Aldo memohon dengan wajah memelas dan mata yang puppy face. Dengan pura - pura tidak rela, akhirnya Nath menyerah dan menyodorkan 1 kotak makan lagi untuk Aldo. Sebenarnya memang 1 kotak makan itu untuk Aldo, karena ia sudah tau pasti Aldo menambah porsi dan dugaan Nath tidak salah. Nath sangat senang melihat Aldo bisa bernostalgia kembali dengan makanan yang telah ia buat. Walaupun mungkin kepedihan masa lalu harus terbuka kembali karena Nath selalu membuat Aldo teringat akan Diana. “Nath…”  “Kenapa pak?” “Hm…..besok bisa buatkan aku nasi goreng kayak gini lagi?” “Bisa aja sih, ntar coba aku lihat dulu di kulkas, masih ada apa gak bahannya ya.” “Terima kasih Nath, sudah hadir di hidupku yang kelam dan datar. Love you Nath.” Aldo berusaha mencuri ciuman pagi lagi kepada Nath, tapi Nath langsung menghindar dan berjalan menuju kulkas, alhasil Aldo hanya mencium angin. “Kamu nih bisa aja deh ngerayu nya. Cuma karena nasi goreng gini aja, bisa bilang love love segala.” Ledek Nath sambil menjulurkan lidahnya. “Serius Nath. Nasi goreng seperti ini adalah nasi goreng kebahagiaan.” Aldo tersenyum bahagia melihat nasi goreng Nath. “Tanpa kamu rasanya hidup aku tu lurus banget…uda kayak tol Jakarta ke bandung.” Lanjut rayuan Aldo semakin mantap memperagakan lurusnya jalan tol. “Ada-ada aja….Gombal abisss.... Karena nasi goreng aja kamu tu gombalnya jadi PRO banget! “ Ledek Nath. “Bentar aku udah cek nich, bahannya ada yang kurang, ntar sebelum pulang beli dulu ke supermarket.” “Siap bu bos…..Love you.” Nath terdiam mendengar kata Aldo, kata-kata itu seperti sihir yang bisa membuat ia lupa segalanya. Aldo tiba – tiba berdiri dan mendekati Nath dari belakang, kemudian ia membalikkan tubuh Nath dan mulai mengecup bibir Nath dengan manis dan lembut.  “Udah pak, ntar telat ngantor.” Nath langsung memberi jeda, mendorong sedikit d**a Aldo yang terlalu dekat dengan tubuhnya. “Morning kiss please… Aku butuh tenaga buat hari ini. Banyak kerjaan yang bikin pusing.” Rayu Aldo semakin memonyongkan bibirnya.  Nath belum sempat berbicara, tapi Aldo langsung melumat bibir Nath semakin lama semakin dalam dan menuntut. Tubuh Nath terasa terperangkap antara kulkas dan Aldo. Secara naluriah, Nath mengalungkan tangannya di leher Aldo sambil mengelus rambutnya. Kebiasaan Nath memang sangat suka mengelus rambut Aldo. Rambut yang sangat tebal dan tertata rapi, hanya milik Aldo yang sangat Nath sukai. Aldo juga suka memakai shampo yang maskulin sejak remaja, dan Nath sangat menyukai wangi rambutnya.  “Tringg……tring…tring……” Bunyi telepon tiba-tiba membuyarkan gairah mereka. Ternyata bunyi telepon Aldo. Aldo sangat malas mengangkat telepon itu dan masih melanjutkan ciumannya. “Tringg……tring…tring……” Bunyi kedua membuat Aldo agak geram, mengganggu kegiatannya dengan Nath. “Tringg……tring…tring……” Bunyi ketiga membuat Aldo rasanya ingin meledak. Rasanya ingin memarahi orang yang meneleponnya, sangat mengganggu konsentrasinya dengan Nath, jadi mau tidak mau ia harus mengangkat telepon itu. “Sebentar ya sayang aku angkat dulu. Ganggu banget ini telepon.” Aldo memutus ciuman panas mereka. Nath langsung lari ke kamarnya karena sangat malu. Rasanya gerah sekali setelah tadi berciuman dengan Aldo, Nath berpikir sebaiknya mengganti pakaiannya. Sepertinya pakaiannya terkena keringat karena ciuman tadi. “Glekkk……..”Rasa terdengar saliva Aldo yang ditelan paksa melihat Nath hanya menggunakan pakaian dalam. “Aldo….jangan ngintippp!!!!!!! Keluar!!!!!!!!” Nath terkejut dengan Aldo yang membeku di belakangnya melihat Nath hanya menggunakan bra hitam dengan celana dalam G-string berenda.  “Nath….aku…akuuuu.” Lidah Aldo terasa kelu. Ingin melangkahkan kaki keluar pintu kamar, tapi seperti kakinya ada masalah, tidak bisa digerakan sedikitpun.  “Dasar m***m…keluarrrr!!!!!” Nath langsung berlari dan menyembunyikan diri di samping ranjang. Menyembunyikan polosnya tampilannya saat ini di depan Aldo. Melemparkan bantal ke arah Aldo agar ia pergi.   “Ma…maaf Nath.” Aldo kikuk dan keluar dari kamar. Setelah selesai berganti pakaian, Nath langsung keluar kamar dengan muka memerah semerah kepiting rebus. “Maaf Nath, aku bener-bener gak sengaja.” Aldo masih memegang dadanya yang berdetak sangat kencang. Pemandangan pagi yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Hanya ia lihat di majalah saja. Tiba – tiba ada seorang gadis di depannya dengan pakaian sangat minim. Benar – benar kejutan di pagi hari yang menyenangkan. Wajah Aldo semakin memerah jika mengingat perbuatannya dan pemandangan setelahnya. Senyum – senyum malu sendiri. “Ya udah…kamu anggap gak lihat aja. Aku malu tau.” Nath menutup wajahnya karena malu. “Hahah…..mana mungkin aku bilang gak lihat. Artinya aku gak jujur. Aku ini orang jujur Nath” Aldo tertawa terbahak – bahak memegang perutnya sendiri. Mau bohong juga gak bisa kan. “Tapi kan……” Nath masih menutupi wajahnya. “Tubuh kamu indah koq, meskipun aku lihat yang belakangnya aja…hihihi… apalagi bra dan g-string hitam kamu yang menggoda iman. Fiuhhh…bisa-bisa aku gak tahan. Si junior rasanya tegang banget.” “Ihhhh kamu tuh m***m luar biasa deh! ” Nath mendekat dan langsung memukul d**a Aldo dengan manja. “Serius kamu cantik. Gak ada yang kurang satupun dari diri kamu. Gak ada yang perlu kamu malu.” Aldo semakin mendekat dan langsung memeluk Nath.  “Uda kelar memuji Pak????” Dalam pelukan Aldo, Nath masih bisa protes. “Kamu nich di puji malah begitu. ” Aldo menyentil dahi Nath dan tersenyum.  “Udah kelar belum makannya? Kita harus siap-siap ke kantor nih. Aku gak mau telat.” Nath langsung menghentikan acaranya pagi ini. Jika ia tidak cepat menyelesaikan, bisa- bisa ia tidak akan pergi ke kantor, mungkin sudah di ranjang dengan Aldo. Cobaan yang berat untuk Nath. “Aih…masih 1 jam lagi kali, kamu bisa sabar, dan kalaupun telat….kan aku bosnya.” Jawab Aldo bangga. “Bener-bener menyalahgunakan kekuasaan, ya udah, sana makan dulu aku tungguin.” “Temenin donk sayang…..” Jawab Aldo genit sambil menyentuh dagu Nath. “Yuks mari.” Sambil Nath menggandeng lengan Aldo menuju meja makan dan Aldo mengecup pipinya. Aldo sangat bersyukur, kehidupannya berbeda daripada sebelumnya setelah bersama Nath, mungkin ia sudah mulai bisa move on dari kenangan akan Diana.    See you next chapter yaaa... Love you Jangan lupa comment dan tap Love ya..... Jangan lupa di follow juga Muach...muach..muach.. Siez  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN