Chap 32 - Gone

2159 Kata
Chapter 32 - Gone Aku hanya ingin kamu, tidak ingin orang lain. Hanya kamu satu - satunya. Percayalah padaku! Aku tidak akan pernah mengkhianatimu.  -Aldo-  Pada hari yang sama dengan foto dan video asusila Citra dan Aldo diposting, Pranoto mendapatkan kiriman handycam. Tapi yang bermasalah adalah istrinya, Belina yang menerima handycam itu.  "Papa.. ternyata begini kelakuanmu di belakangku!." Teriak Belina, tangannya bergetar saat melihat video di handycam itu. "Ada apa sayang? Apa yang aku lakukan?" Tanya Pranoto bingung dengan teriakan istrinya. Pranoto mendekati istrinya dan segera mengambil handycam dari tangan Belina dan melihat rekaman video di dalamnya. Betapa kagetnya Pranoto melihat video asusilanya dengan Citra terekam. "Aku tidak mau tau! Ceraikan aku saat ini juga!" Belina menangis tak karuan. "Tapi aku sangat mencintaimu Lina. Please. Maaf aku khilaf saat itu." Pranoto memang sangat mencintai Lina. Meskipun ia memiliki banyak perempuan simpanan, Belina selalu nomor 1 di hatinya. Selain itu, apabila Belina meminta cerai, maka Pranoto akan menjadi orang miskin. Semua aset perusahaan sudah ia atas namakan Belina dan tidak bisa diganti lagi. Karena itu ada di surat perjanjian pernikahan mereka. Semua aset harus atas nama Belina. "Bullshit kamu!" Belina semakin menangis. Ia tidak mau berbagi suami dengan siapapun. Selama ini Belina selalu mengira Pranoto sangat setia terhadapnya. Tidak pernah berselingkuh sekalipun. Pranoto adalah yang terbaik dalam hidupnya. Tapi semuanya berubah ketika melihat video dan foto asusila Pranoto dengan wanita yang masih sangat muda. Ia menjadi curiga dengan semua aktivitas Pranoto selama ini. Apakah selama ini Pranoto telah berselingkuh darinya? "Maafkan aku Lina. Aku janji tidak akan mengulangi kesalahanku." Pranoto berlutut di hadapan Belina. “Berapa banyak wanita yang sudah kamu tiduri?” Belina memandang tajam Pranoto. Tatapannya sangat mengintimidasi. “Hanya wanita ini, sayang. Tidak pernah sebelumnya.” Jawab Pranoto tegas. Ia sebenarnya takut juga jika suatu saat Belina bisa mengetahui kenyataannya. Bisa hancur hidupnya jika Belina menceraikannya. "Sudah berapa lama kamu berselingkuh dengan dia?" Tanya Belina sambil terisak. "A.. aku baru satu kali. Aku dijebak oleh wanita itu, Lina. Percayalah aku." Pranoto bersimpuh di bawah kaki Belina dan menangis tersedu. "Siapa wanita ini?" "I...ini Citra. Anak Devan dari DevGroup." "b******k. Mulai sekarang, putuskan semua kerja sama dengan Devan dan jangan pernah menghubungi jalang itu!" Perintah Belina. "Iya.. iya Lina akan aku lakukan apapun untukmu. Maafkan aku Lina. Aku hanya mencintai kamu seorang." Pranoto memeluk Belina dengan erat. Ia lega karena Belina tidak jadi menceraikannya. Pranoto berjanji akan membuat perhitungan dengan Devan dan Citra untuk semua konflik yang saat ini terjadi antara ia dan istrinya. "Tutup mulutmu! Aku gak akan pernah percaya sebelum kamu lakukan apa yang aku minta!" Ancam Belina dengan emosi tingkat tinggi.  “Baik, aku akan menelepon asistenku untuk membatalkan semua kontrak dengan Devan.” Pranoto mengambil handphonenya dan langsung menelepon asistennya. Pranoto : Diva, batalkan semua kerja sama dengan DevGroup. Buat alasan apa saja agar mereka yang menanggung kerugian. Diva : Baik pak. Saat ini mereka juga sudah ada isu panas. Pranoto : Isu panas? Apa itu? Diva : Foto dan Video asusila Citra dan Aldo dari SJH group. Mereka sudah viral di portal gossip online. Pranoto : Baik, gunakan alasan itu untuk menghentikan semua kerja sama. Dan buat mereka lebih sengsara, hasut para investor yang bekerja sama dengan kita untuk membatalkan semua kontrak dengan Devan. Gunakan alasan yang sama untuk menghancurkan Devan. Diva : Baik pak. Pranoto menutup teleponnya dan tersenyum pada Belina. Ternyata Citra memang jalang, Tuhan masih membantunya untuk memberikan alasan pada Belina. “Apa yang terjadi? Isu panas apa?” Tanya Belina penasaran. “Citra memang jalang. Dia menjebak Aldo dari SJH group dan saat ini foto dan video asusila mereka sudah viral di portal gossip online.” Jawab Pranoto bersemangat. Belina hanya tersenyum melihat Pranoto. Mungkin apa yang ia pikirkan tentang Pranoto yang suka berselingkuh adalah salah. Mungkin memang perempuan itu menjebak suaminya seperti perempuan itu menjebak Aldo dari SJH group. Belina bernafas lega.  Sementara itu di kantor, Devan masih pusing dengan urusan foto Aldo dan Citra mendapatkan telepon dari Pranoto langsung. Pranoto : b******k kamu Devan! Beraninya kamu mempermainkan aku. Devan : Tunggu sebentar. Apa yang kamu maksud mempermainkan? Apa ada masalah dengan kerja sama kita? ( Devan masih bingung kenapa Pranoto marah) Pranoto : Kamu menawarkan anakmu padaku sebagai simpanan, tapi kamu malah menjebakku. Membuat videoku dengan anakmu dan sekarang istriku mendapatkan video sialan itu! Devan : What? Ma.. maaf Pranoto. Aku tidak tahu bahwa Citra merekam apa yang kalian lakukan. ( Devan pura - pura tidak bersalah. Ia akan melimpahkan semua kesalahan pada Citra ) Pranoto : Tidak usah berlagak bodoh Devan. Mulai hari ini, kerja sama kita aku akhiri. Dan.. tunggu pembalasanku Devan. Beraninya kamu mengusik keluargaku! ( Pranoto sangat emosi. Ia sangat tidak suka keluarganya diusik untuk hal apapun. Ia sangat mencintai keluarganya ) Devan : Ta.. tapi Pranoto..aku….. Pranoto sudah menutup sambungan telepon. Devan sangat geram. Karena ulah Citra yang bodoh, masalahnya jadi bertambah banyak. Tiba - tiba Viki datang ke ruangan Devan. "Pak.. maaf mengganggu. Saya ingin memberitahukan bahwa PRG group membatalkan semua kontrak dengan kita. Dan kita harus menanggung semua kerugian pembatalan kontrak." Viki dengan pelan memberitahu Devan. Ia bingung kenapa masalah datang bertubi - tubi kepada Devan. "Kenapa harus kita yang menanggung rugi. Mereka seharusnya membayar penalti karena membatalkan kontrak sepihak bukan?" Devan ingat betul isi kontraknya dengan Pranoto. "Betul pak. Tapi masalahnya mereka membatalkan kontrak karena foto nona Citra. Mereka tidak mau image perusahaan mereka jatuh karena bekerja sama dengan kita. Hal tersebut juga tertulis di kontrak. Dan…." Viki menjelaskan. “Dan apa?” Devan menggeram kesal. “Dan seluruh investor yang bekerja sama dengan PRG group menghentikan kerja sama dengan kita, bahkan mereka menarik modal investasi.”  Devan menggebrak meja. Ia sungguh kalap. Bagaimana bisa semua masalah datang pada saat yang bersamaan? Siapa orang di balik kejadian ini? Scarlet kah? Apa salahnya pada Scarlet sehingga ia bisa begitu sial. "Bagaimana penyelidikan terhadap Scarlet?"  "Nihil.. bagai hilang di telan bumi." Viki tidak dapat menemukan jejak Scarlet dimanapun. Ia sudah berusaha mengecek lewat handphone bram yang pernah di telepon oleh Scarlet, tapi ternyata tersambung dengan orang Norwegia. Sungguh sial bisa bermasalah dengan Scarlet. Devan memijat kepalanya yang semakin sakit. Sungguh sial hari ini. Ia mulai berpikir bagaimana menyelamatkan perusahaannya. oooOOOooo Sudah dua hari sejak kejadian di Sidoarjo, Nath tidak pernah pulang ke apartemennya lagi. Aldo menunggu setiap hari di depan pintu unit Nath mencari jejak Nath tapi nihil. Terasa hampa hidup tanpa Nath. Kebahagiannya hilang seketika. Mamanya sakit, perusahaannya hampir collapse dan wanita yang ia cintai hilang. Aldo merasa seperti orang yang paling bodoh di dunia ini. Depresi, ya Aldo sangat depresi, tapi ia harus bertahan untuk mengembalikan kesehatan mamanya dan perusahaannya. “Nath kamu dimana? Aku hampir gila. Aku gak bisa tanpa kamu.” Aldo menangis lirih di depan pintu unit Nath. Aditya marah besar terhadap Aldo karena foto dan videonya. Ia marah besar terutama karena membuat Felicia sakit jantung dan hampir kehilangan nyawa. Aditya memaksa Aldo untuk mencari tahu apa yang terjadi dan kenapa bisa ada foto itu di media online jika ingin membatalkan pernikahannya. Saat Aldo menyelidiki semua kegiatannya di hotel, semua bukti hilang tanpa jejak. Tidak ada cctv atau apapun yang membuat Aldo tidak bisa membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Rasanya Aldo sudah mau gila. “Nath, cuma kamu yang bisa membantu aku. Tapi kamu dimana? Maaf jika kamu terlalu kecewa dengan kejadian waktu itu. Maaf aku begitu bodoh mempercayai Citra. Maaf Nath, sungguh aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya hingga menjadi seperti ini. Aku mohon kembalilah padaku Nath.” Aldo duduk termenung di ruangan kantornya, meneteskan air matanya. Wajah dan tubuhnya sudah tidak terawat. Aldo sudah tidak peduli akan penampilannya. Ia tidak kuat dengan keadaan seperti ini. Sementara mamanya selalu menanyakan dimana Nath, dan Aldo bahkan tidak tahu Nath dimana. Felicia sangat khawatir dengan Nath. Ia tahu pasti Nath sangat kecewa dengan kejadian yang menimpa Aldo, jadi sangat wajar jika Nath butuh waktu sendiri. Tapi ia masih berharap Nath bisa kembali dengan Aldo dan memaafkannya. Felicia sangat tau Aldo sudah dalam keadaan depresi parah. oooOOOooo Selama 2 hari, Nath bersembunyi di rumah papanya di jakarta. Ia tidak kembali ke apartemen sama sekali. Ia tahu bahwa Aldo mencarinya, tapi mau bagaimana lagi, permainan sudah dimulai. Ia tidak mau rencananya gagal karena hal yang disebut dengan tidak tega. Nath hanya akan mengawasi Aldo dari jauh saja. Nath sudah memasang cctv di berbagai tempat seperti unit apartemennya, unit apartemen Aldo, mobil Aldo, ruangan kantor Aldo dan ia menyadap semua pembicaraan Aldo di telepon. Nath tau Aldo sangat menderita dan depresi, tapi ia harus kuat melihat keadaan Aldo. “Sabarlah Al, aku akan membantumu dan tidak akan membiarkan kamu terpuruk terlalu lama. Tunggu aku menyelesaikan pekerjaanku terlebih dahulu.” Nath memandangi foto kebersamaannya dengan Aldo saat di taman Abhirama. Saat di rumah, Nath mendengarkan semua rekaman dari alat penyadapnya. Ia tertawa ketika ia tahu Devan mengalami langsung 2 masalah, perusahaannya anjlok dan Pranoto. Devan memang pantas mendapatkan hal itu.  Tapi Nath juga kasihan terhadap Felicia yang tiba - tiba sakit. Walaupun jebakannya pada Aditya berhasil membuat perusahaannya bergoncang. Nath mengabari Lani untuk memberitahukan pekerjaannya hampir selesai. Lani menyambut dengan bahagia dengan apa yang terjadi pada Aditya dan Devan. Mereka memang pantas mendapatkannya.  Singapura Nath baru tiba di Singapura, ia mendengar dari alat penyadapnya bahwa Devan hari ini akan ke singapura. Sebelumnya ia sudah menyelidiki bagaimana cara mendekatkan diri dengan Devan dan apa saja yang Devan suka. Permainan Nath baru saja akan di mulai dan disinilah ia berada sekarang sebuah night club elite di one raffles place lantai 61 bernama Altimate.  Pemandangan di Altimate sangat indah. Ia bisa melihat skyline dari lantai 61. Dengan lampu LED neon tipikal untuk clubbing yang memanjakan mata dan suasana yang disajikan cocok untuk bersosialisasi dengan orang lain.  Nath mengenakan mini dress berwarna merah dengan tali spaghetti dengan potongan d**a yang rendah, rambut hitam di curly bagian bawahnya dan sepatu stiletto berwarna hitam. Membuat dirinya sangat seksi dengan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah. Ia mengedarkan pandangan dan mendapatkan Devan ada di meja bar, sedang meminum sesuatu, ia terlihat sangat kusut. Nath mendatangi Devan dan duduk di sebelahnya. Membuat seakan suatu kebetulan.  “Cocktail please.” Panggil Nath pada bartender.    “Hei, I think I know you.. Somewhere.” (Saya pikir saya mengenal kamu?)Devan melihat Nath dari atas ke bawah. Terpesona dengan kecantikan Nath. Tapi sepertinya ia pernah melihat wanita ini sebelumnya, tapi dimana. Devan belum minum vodkanya sama sekali. Ia masih galau dan bimbang dengan perusahaannya sendiri. Pikirannya masih melayang kesana kemari. “Oh… hei pak Devan. Ini saya Nath. Mantan asisten Aldo dari SJH group.” Nath tersenyum memperkenalkan diri. “Waw.. rupanya kamu ada di sini. Apa kamu gak ngantor. Koq bisa sampai Singapura?” “Hm… sepertinya saya sedang menikmati kesendirian saja pak.” “Haha… kamu putus cinta dengan Aldo?” Devan menertawakan Nath yang sepertinya putus cinta. “Ya bisa dikatakan begitu.” Nath menyesap cocktail nya. “Apa yang kamu lakukan sekarang?” Devan penasaran. Ia sangat tau keahlian Nath kepiawaiannya dalam negosiasi perusahaan dan sebagai problem solver di perusahaan. Terbukti Welmin, PRG dan SJH group mempekerjakan Nath sebelumnya. Devan tahu reputasi Nath sebagai asisten yang sangat handal bahkan bisa membuat keuntungan perusahaan berlipat.  “Sekarang? Sekarang saya ingin minum cocktail dan menikmati suasana donk pak.” Nath menyesap kembali cocktail nya. “Maksud saya, apakah kamu masih bekerja di perusahaan Aldo?” Tanya Devan penasaran. “Hmm… officially yes, but individually BIG NO! Sebentar lagi saya akan mengajukan surat resign pada Aldo. Mungkin hanya melalui email, karena saya jijik melihat wajahnya.” Nath terdengar seperti sangat jijik terhadap Aldo. “Hmm.. bagaimana jika kamu bekerja untuk perusahaan saya?” Devan menawarkan kerja sama dengan Nath, berharap Nath bisa menjadi problem solver untuk masalah perusahaannya. “Bapak yakin?” “Sangat yakin.” “Saya ingin bayaran yang setimpal untuk pekerjaan saya. Saya tahu perusahaan bapak sedang terkena masalah berat dan saham perusahaan bapak turun drastis.” “Kamu memang hebat, bisa tau banyak hal.” Devan sangat mengagumi Nath yang terlihat sangat cerdas. Dibandingkan Nath, Citra tidak ada apa - apanya. Citra hanya bisa dipergunakan tubuhnya saja, tidak bisa menggunakan otaknya. “Haha.. bapak bisa saja memuji.” Nath tersenyum menggoda saat dipuji oleh Devan. “Jadi kapan kamu mulai bisa bekerja di perusahaan saya?” “Mungkin minggu depan. Biarkan saya mengistirahatkan diri dulu dari penat.” Nath memegang kepalanya, berpura - pura sakit kepala. “Sure, do as you wish, Nath.” (Pasti, lakukan apa yang kamu mau Nath.) “Thanks pak.” Nath menjabat tangan Devan sebagai tanda kerjasamanya dimulai dengan Devan. Mereka minum bersama dan pulang ke hotel. Tentu saja Devan mabuk berat, jadi Nath membayar seseorang untuk mengantarkan Devan ke kamar hotelnya. Devan dan Nath tinggal di hotel yang sama yaitu di The Fullerton Hotel Singapore. Sebuah hotel bintang 5 yang fasilitasnya sangat wah.  “Let’s play Devan.” (Mari bermain Devan)  See you next chapter yaaa... Love you Jangan lupa comment dan tap Love ya..... Jangan lupa di follow juga Muach...muach..muach.. Siez
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN