Chapter 31 - Let's play a game with me
“Hei, it’s me. Do you have any information?” Panggil Nath ditelepon kepada temannya yang seorang hacker. (Hei, ini aku. Apa kamu sudah mendapatkan informasi?)
“Hmm...yes. I think Mr. X is a man between Devan Santoso and Delia Santoso.” (Ya, saya pikir Mr. X adalah seseorang di antara Devan dan Delia)
“What do you mean?” (Apa maksudmu?)
“I’ve been checking it. Someone between them and make an arrangement for both of them.” (Saya telah mengeceknya. Seseorang yang berada di antara mereka dan membuat pengaturan untuk mereka)
“Do you know who he is?” (Kamu tahu siapa dia?)
“I think… Devan's secretary or assistant. Hmm his name is Viki.” (Saya pikir, Sekertaris atau Asisten Devan. Namanya Viki)
“Viki?”
“So Viki is Mr. X?” (Jadi Viki adalah Mr. X)
“Hm.. yeah. His ability is so magnificent in hacking.” (Ya, kemampuannya dalam hack sangat hebat)
“Ok, I will fix him. Thanks bro.” Nath menutup teleponnya. (Ok, saya akan mengurusnya)
Ternyata ada orang yang mendapatkan perintah dari Devan dan Delia. Ia ular berkepala dua, dan pasti punya maksud tersembunyi mengapa ia melakukan hal ini. Nath harus mulai menyelidiki Viki. Dan untuk dekat dengan Viki, Nath harus mendekati Devan juga atau bahkan masuk ke perusahaan Devan. “Tunggu saja Viki, Dewi kematianmu sudah dekat.” Nath tersenyum smirk melihat foto Viki.
Ia harus menjadi orang tersakiti dan di ambil dari tempat sampah oleh Devan. "Maafkan aku Al, sepertinya aku harus mengorbankanmu." Nath lirih. Tidak ada cara lain yang bisa ia lakukan untuk dekat dengan Devan dan Viki selain mengorbankan Aldo. Walaupun sebenarnya Nath tidak tega untuk meninggalkan Aldo. Nath tahu, Aldo pasti akan hancur sehancurnya jika ia tinggalkan. Tapi demi menghancurkan semua orang yang menghancurkan keluarganya, Nath harus tega.
Hari ini adalah hari terakhir Nath, Aldo dan Citra di Sidoarjo. Setelah Nath mendengarkan percakapan yang ia sadap dari Citra dan Devan, Nath mulai merancang permainannya. Nath harus bisa memanfaatkan keinginan Devan untuk menjebak Aldo menjadi caranya masuk ke dalam lingkaran Devan.
Nath harus masuk dalam bagian perusahaan Devan agar ia tahu keseluruhan seluk beluk yang ada di perusahaan Devan dan juga mencari bukti apakah Devan terlibat dalam kebangkrutan perusahaan papanya serta tentang kematian Marco. Nath harus menyelidiki semua masa lalu yang menyangkut di antara 3 keluarga ini. Nath harus menjadi orang kepercayaan Devan.
oooOOOooo
“Al..” Nath mendekati Aldo yang masih terkulai tidur di ranjang. Masih terlalu pagi untuk bangun bagi Aldo..
“Kenapa sayang?”
“Hmm sebentar lagi, aku izin pergi dulu ya.”
“Pergi kemana?” Aldo mengucek matanya yang masih mengantuk.
“Ketemu ibu asuhku. Ia ada di Sidoarjo sekarang.” Bohong Nath.
“Ibu asuh? Bisa aku ketemu sama dia sekalian?”
“Nope. Ada hal yang harus aku bicarakan dengan dia. Sangat rahasia.”
“Tentangku?”
“Idih geer bener kamu.” Nath memukul kepala Aldo dengan bantal.
“Ish.. kamu pagi - pagi udah KDRT.” Protes Aldo yang masih meringkuk di ranjang. Bermalas - malasan karena menurutnya masih terlalu pagi untuk bangun tidur.
“Kamu tidur lagi aja. Aku cepat kembali koq.” Nath mencium kepala Aldo dan segera pergi dari kamar.
"Jangan lama - lama! Aku bisa panggil polisi kalau kamu terlalu lama meninggalkan aku!" Aldo bermanja memeluk Nath. Mencium tangan Nath.
"Lebay banget… ya udah aku pergi dulu ya. Nanti terlambat kalau kamu uda main cium - cium gak jelas." Nath protes, ia segera melepaskan diri dari pelukan Aldo yang menggoda. Nath langsung mencium bibir Aldo dan pergi menuju pintu kamar.
"Bye sayang.. love you." Nath berpamitan.
"Take care honey." Aldo melambaikan tangannya pada Nath dan langsung tidur lagi di ranjangnya. Rasa lelah dan kantuk akibat lembur mengerjakan proyek dan bahan rapat memang berefek besar bagi Aldo. Untungnya ia dibantu oleh Nath sehingga lebih cepat selesai. Sementara Citra tidak membantunya sama sekali. Entah Citra ada dimana saat mereka mengerjakan laporan proyek.
Saat perjalanan di lorong hotel, Nath bertemu dengan Citra yang melihatnya sinis.
“Mau kemana kamu?” Tanya Citra sinis memperhatikan Nath dari atas ke bawah..
“Ketemu orang lah, urusan pribadi. Aku titip Aldo dulu ya. Dia masih mengantuk. Nanti ajak dia sarapan saja.” Nath segera pergi dari hadapan Citra.
"Dasar wanita jalang, pagi - pagi sudah mau berkencan dengan selingkuhannya." Gumam Citra dalam hati.
Citra tersenyum melihat kepergian Nath. Ini saatnya ia beraksi. Ia akan mengajak Aldo untuk breakfast bersama dan tentu saja makanan Aldo akan diberikan obat tidur. Hari ini sialnya Citra sedang kedatangan tamu bulanannya jadi, Citra hanya akan membuat foto saja dengan Aldo, tidak perlu obat perangsang lagi. Sebenarnya Citra ingin mencicipi tubuh Aldo, tapi tamu bulanannya tidak mau diajak kompromi.
Citra berpikir bahwa ia hanya perlu menikah dengan Aldo, untuk mengambil semua hartanya dan bisa terbebas dari Devan. Menikah tanpa cinta, Citra sudah tidak peduli lagi. Yang ada dipikirannya adalah bebas dari Devan.
Citra sudah lelah dengan hidupnya sendiri. Sudah bertahun - tahun ia melakukan pekerjaan menjadi simpanan bahkan menjadi PSK untuk para client karena paksaan Devan tanpa mamanya ketahui. Devan selalu mengancam Citra akan membunuh mamanya jika Citra tidak melakukan apa yang diinginkan oleh Devan.
Menjadi wanita yang dicintai maupun mencintai sudah tidak ada di dalam kamus hidup Citra, cinta itu kebodohan seperti mamanya terhadap papanya. Cinta yang begitu buta, walaupun sudah disakiti tetap kembali pada papanya. Citra sudah pernah mengajak mamanya untuk kabur dari Devan, melepaskan diri dari siksaan Devan, tapi mamanya tidak mau meninggalkan Devan sendiri. Mamanya sangat mencintai Devan, ia bilang bisa mati jika tidak melihat Devan.
Tidak masalah bagi Delia jika Devan memiliki banyak selingkuhan bahkan kelakuan one night stand dengan banyak wanita, yang penting Devan tetaplah miliknya, tetap menjadi suaminya. Delia sangat berharap seiring berjalannya waktu, Devan akan berubah mencintainya dan melupakan Lani. Meskipun selama berumah tangga dengan Devan, tak pernah sedikitpun ia disentuh. Setiap kali beradu pandang atau berbicara, terlihat Devan sangat jijik pada Delia.
oooOOOooo
“Tok… tok.. Tok” Citra mengetuk pintu kamar Aldo. Aldo kemudian membuka pintu masih dalam keadaan mengantuk.
“Kenapa?”
“Breakfast sama - sama yuks. Aku lapar ni.” Ajak Citra manja.
“Sebentar, aku mandi dulu.” Aldo menutup pintu dan segera mandi.
Citra kesal pada Aldo, sebenarnya ia ingin masuk ke dalam kamar Aldo, tapi pria itu terlalu cepat menutup pintu. Setelah 15 menit menunggu, akhirnya Aldo keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi karena setelah breakfast ia harus menemui pejabat setempat untuk meeting lagi pada pukul 11.00.
Citra dan Aldo berjalan bersama menuju ke resto untuk breakfast, sebenarnya Aldo ingin memilih buffet, tapi Citra berpendapat bahwa makanan Ala carte mereka sangat enak. Aldo ingat bahwa ia harus berhati - hati dengan makanan yang Citra berikan, tapi ini kan yang langsung dimasak oleh resto, seharusnya tidak masalah jika ia memakannya.
“Pesan Chef Burger dan jus jeruk.” Aldo langsung memesan kepada pelayan di resto. Pelayan langsung mencatat apa yang Aldo pesan.
“Saya nasi goreng dan jus alpukat.” Citra ikut memesan makanan.
Sementara di dalam dapur, Verrel berpakaian seperti pelayan dan memulai aksinya, mencampurkan obat tidur di jus jeruk Aldo.
Pesanan makanan Aldo dan Citra datang. Aldo sangat menikmati makanan yang disajikan oleh resto. Tapi setelah beberapa lama tiba - tiba pandangan Aldo menjadi buram dan gelap. Kepalanya pusing, dan akhirnya ia pingsan di meja makan. Citra tersenyum bahagia melihat Aldo yang pingsan, tapi karena banyak orang di resto tersebut, maka Citra segera memanggil Verrel untuk membawa Aldo ke dalam kamar. Kamar Aldo.
Ya, Citra memilih kamar Aldo supaya nanti saat Nath datang, Nath akan kecewa karena Aldo sudah selingkuh darinya. Setelah sampai di kamar Aldo, Citra langsung melucuti pakaian Aldo, membuang di segala arah di kamarnya, agar terlihat Aldo sangat b*******h dan nakal. Karena Aldo masih pingsan, Citra menyuruh Verrel untuk membuat kissmark di leher dan d**a Citra.
Citra melucuti pakaiannya sendiri dan meminta Verrel untuk memfoto dirinya dengan Aldo dalam posisi yang membuat orang melihat bahwa Aldo sangat intim dengan Citra. Verrel juga memasang kamera cctv, agar terlihat bahwa benar Aldo yang berusaha memperkosa Citra. Citra terlihat seperti melawan Aldo tapi tidak mampu karena Aldo sangat kuat memaksanya.
Setelah selesai melakukan sesi foto dan video, Verrel pergi dari kamar Aldo. Ia diperintahkan oleh Citra untuk mengirimkan foto vulgarnya kepada Devan.
Nath sedang bersantai di sebuah cafe dekat hotel. Ia memang sengaja sedikit menjauh dari Aldo agar rencana Citra dapat terlaksana dalam menjebak Aldo. Nath sudah meng-hack handphone Citra, jadi semua kegiatan dan foto Citra di handphonenya dapat terlacak oleh Nath. Nath melihat hasil karya foto Citra di handphonenya dan tertawa sendiri. Ia hanya bisa tersenyum sinis melihat foto yang Citra ciptakan. Aldo dan Citra seperti orang yang dimabuk asmara.
Nath kemudian melihat kamera cctv di kamarnya dan ia mendapati bahwa Aldo memang dibuat pingsan oleh Citra. Aneh juga mengapa Citra tidak memberikan Aldo obat perangsang seperti 2 hari lalu. Rekaman cctv ini akan membuktikan ketidak bersalahan Aldo terhadap Citra, Nath akan menyimpannya agar bisa menjadikan bukti untuk memulihkan nama baik Aldo, jika urusan Nath dengan Devan sudah selesai.
Nath menunggu 10 menit untuk kembali ke kamar hotelnya. Memberikan waktu untuk Citra berakting lebih sempurna dan menyiapkan dirinya untuk bersandiwara sebagai orang tersakiti.
Dalam waktu menunggunya, Nath memposting foto serta video Aldo dan Citra secara online di portal gosip sehingga tidak menunggu waktu yang lama, foto yang ia posting menjadi viral. Ia juga memposting foto Aldo dan Citra di portal perusahaan sehingga semua karyawan DevGroup dan SJH group menjadi heboh. Saat ini, Nath hanya tinggal berakting menjadi orang yang tersakiti.
Tidak lama kemudian, Nath pulang ke kamar hotel dan memulai sandiwara sebagai orang tersakiti.
"Aldo…. Apa yang kamu lakukan?" Teriak Nath saat melihat Aldo tidur dengan Citra dalam keadaan telanjang. Mereka hanya ditutupi selimut saja. Nath memekik dan terlihat sangat kecewa karena Aldo terlihat berselingkuh di depannya.
"Apa sih Nath.. koq berisik banget kamu." Aldo mengucek matanya dan berusaha bangun. Kepalanya sangat sakit seperti dipukul oleh seseorang.
"Lihat sekitar kamu? Lihat diri kamu sendiri. Berani - beraninya kamu tidur dengan dia?" Nath menunjuk wajah Citra yang masih pura - pura tidur.
"What……." Aldo kaget dengan apa yang terjadi pada dirinya. Ia berada di tempat tidur dengan Citra tanpa sehelai benangpun. Dan wanita yang paling dicintai melihat dengan mata kepalanya sendiri perbuatan Aldo.
Nath Meneteskan air mata terlihat kecewa yang ia rasakan. Aldo berusaha bangun tapi kepalanya sangat sakit. Ia sulit untuk berdiri.
Citra terbangun dan langsung memeluk Aldo. " Hmmm.. sayang kenapa sih kamu berisik banget. Aku kan masih capek. Apa kamu mau, sekali lagi?." Citra pura - pura bersikap manja terhadap Aldoi.
"Singkirkan tanganmu dari aku b******k!" Teriak Aldo yang mulai memaki Citra dan ia melihat Nath sudah mengangkat kopernya.
“Nath tunggu.” Aldo ingin menghentikan Nath, tapi kepalanya sangat sakit, ia masih tidak mampu berdiri.
"Selamat tinggal Al. Aku sudah pernah bilang, jangan pernah kamu permainkan aku. Karena aku akan pergi dari kamu." Nath langsung keluar dari kamar dan meninggalkan Aldo dan Citra.
"Nath.. tunggu aku…." Aldo meraih pakaiannya dan mengejar Nath. Tapi nath terlalu cepat menghilang. Aldo tidak tau dimana Nath berada saat ini. Putus asa dan Aldo hanya bisa menangis karena kehilangan Nath. Ia merutuki diri sendiri karena begitu saja percaya pada Citra padahal ia sudah pernah diperingatkan oleh Nath.
“Nath jangan pergi dariku. Aku minta maaf Nath. Aku bodoh Nath.” Aldo berlutut dan menangis di lobby hotel, semua orang melihat Aldo yang sudah kusut. Ada yang kasihan dan ada yang berbisik - bisik tidak suka karena sudah melihat berita Aldo di portal gosip online.
oooOOOooo
Jakarta
Felicia dan Aditya sedang makan siang bersama dan tiba - tiba Felicia mendapatkan pesan w******p dari orang tidak dikenal berupa foto vulgar Aldo dan Citra. Felicia menatap Aditya dengan berkaca - kaca. Sepertinya ia telah gagal menyelamatkan anaknya dari perempuan ular itu. Felicia menangis histeris dan meronta, Aditya berusaha menenangkan. Felicia memegang dadanya terasa sangat sakit dan tiba - tiba Felicia pingsan. Sepertinya Felicia terkena serangan jantung untuk pertama kali.
Aditya panik dan menyuruh sopirnya menyiapkan mobil untuk mengantarkan Felicia ke rumah sakit terdekat. Felicia terlihat pucat dan tangannya dingin.
“Jangan tinggalkan aku Feli. Aku tidak dapat hidup tanpa kamu. Aku janji akan mencari tahu masalah yang sebenarnya.” Aditya menggenggam tangan Felicia, wanita yang paling ia cintai.
“Feli… aku janji akan jujur semua masalahku.” Aditya meneteskan air mata. Wanitanya sekarat di depan matanya.
“Feli, please, wake up.” Aditya tambah menangis melihat istrinya yang terkulai lemas.
“Feli, please, don’t leave me alone.” Suster sudah menaruh Felicia di stretcher dan melarikan ke IGD. Menaruh semua alat bantu dan alat cek di tubuh Felicia. Dari EKG terlihat denyut jantung Feli yang mulai melemah dan tiba - tiba hanya ada garis lurus di monitor EKG.
Dokter dengan sigap menggunakan defibrillator untuk mengembalikan hidup Feli Untungnya di percobaan kedua, denyut jantung Felicia bisa berirama kembali. Felicia hidup kembali.
Setelah berhasil menyelamatkan Felicia, dokter mendatangi Aditya
“Felicia sudah selamat, Pak.” Kata dokter saat mendatangi Aditya.
“Terima kasih dok.” Aditya sangat lega jika wanita yang ia cintai sudah melewati masa kritisnya.
“Saya mohon ibu jangan dibuat stress atau kaget. Jaga pola makannya.”
“”Baik dok. Akan saya jaga. Terima kasih dok.”
“Hmm… jangan sampai ibu terkena serangan jantung kedua ya pak. Takutnya ibu tidak bisa diselamatkan lagi.”
“Baik dok. Terima kasih.” Aditya sangat ketakutan. Ia sudah sulit untuk berpikir. Yang saat ini ada di otaknya adalah istrinya selamat dan menyelesaikan masalah dengan Aldo.
“Sebentar lagi ibu Felicia akan diantarkan ke ruangannya, bapak bisa menunggu di sana.”
Setelah dokter pergi, Aditya memanggil asistennya untuk menyelidiki kasus foto Aldo dan Citra. Ia yakin ada rekayasa di dalam foto ini.
“Pak, maaf, portal web perusahaan kita dan Devgroup di hack oleh seseorang, dan tampilan utamanya saat ini adalah foto vulgar pak Aldo dan bu Citra. Selain itu, portal gossip online juga sudah ramai dengan foto dan video tersebut.” Jelas Rama, asisten Aditya.
“What the hell.. Take down semua.” Aditya marah. Siapa yang berani berulah pada perusahaannya.
“Sudah kami take down. Tapi berita itu menyebar dengan cepat.”
“Lakukan cara apapun untuk menghentikan berita sialan itu.” Perintah Aditya.
“Dan...” Rama sedikit takut melihat reaksi Aditya yang menyeramkan.
“Apalagi?”
“Saham perusahaan anjlok karena berita ini. Banyak investor yang menarik modalnya di perusahaan kita. Begitu juga dengan DevGroup.”
“Aldo bodoh!! Sialan! Siapa yang melakukan semua ini???” Aditya marah, memukul tembok dengan tangannya hingga berdarah.
“Saya akan menyelidiki lebih detail lagi pak.”
“Sana pergi, suruh Aldo menyelesaikan masalah yang sudah ia buat.” Aditya pergi meninggalkan Rama menuju kamar Felicia. Sebelumnya ia sudah mengobati tangannya yang terluka, takutnya Felicia sedih melihat tangannya yang terluka.
oooOOOooo
Kantor DevGroup
Devan senang melihat hasil kerja Citra yang menjebak Aldo. Memang Citra dapat diandalkan untuk urusan seperti ini. Tapi tidak lama setelah ia melihat foto Citra dan Aldo, portal web perusahaannya berganti menjadi foto vulgar antara Citra dan Aldo.
Devan kaget setengah mati, bagaimana bisa foto seperti ini ada di portal web perusahaannya. Tiba - tiba Viki datang dengan tergesa - gesa masuk ke ruangan Devan.
“Pak, portal web perusahaan kita sudah di hack orang, begitu juga berita di portal gossip online. Semua berisi tentang foto vulgar Aldo dan nona Citra. Bahkan lengkap dengan video mereka.”
“What the hell… siapa yang berbuat seperti. Cari tau!” Devan mengepalkan tangannya. Apa yang ia lakukan sekarang menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
“Hmmm… selain itu pak?” Viki agak takut untuk memberitahukan kepada Devan.
“Apa lagi? Ada Lagi yang lebih hancur daripada itu?” Devan bertambah emosi.
“Saham perusahaan kita anjlok pak. Begitu juga dengan SJH group. Para investor menarik dana mereka dan tidak mau bekerja sama dengan kita.”
“WHAT THE f**k!! Cari orang yang sudah menyebarkannya. Bunuh dia! Aku tidak mau tau lagi!”
Viki segera pamit dari hadapan Devan, ia akan mencari tahu siapa yang melakukan semua ini. Sementara itu, Devan menelepon Citra dan memakinya.
Devan : Citra! (Dengan nada marah)
Citra : Ya, Pa. Saya sudah menyelesaikan Aldo. (Jawab Citra bangga)
Devan : Kamu perempuan bodoh. Bagaimana bisa foto kamu bisa tersebar secara online dan menghancurkan saham perusahaanku? (Devan sangat geram)
Citra : A … aku tidak tahu pa. Aku cuma melakukan apa yang papa suruh. Aku tidak mengirimkan ke orang lain selain papa saja.
Devan : Bodoh kamu! Ada yang meng-hack handphone kamu! Lihat dirimu di portal gosip online sekarang! Kamu bodoh seperti ibumu! (Devan menutup teleponnya)
Citra langsung mengecek portal gosip online dan ternganga… sangat kaget bahwa tubuhnya polosnya bisa disebarkan secara online, bahkan videonya dengan Aldo pun ada di portal itu. Citra menangis sejadi - jadinya. Apa yang harus ia lakukan? Malu.. sangat malu. Tapi yang paling parah adalah apa yang akan dilakukan Devan pada dirinya dan mamanya? Citra sungguh ketakutan.
See you next chapter yaaa... Love you
Jangan lupa comment dan tap Love ya..... Jangan lupa di follow juga
Muach...muach..muach..
Siez