“Sayang, aku mau tambah nasi lagi.” Titan mengambil piring suaminya yang sudah kosong. Ammar selalu makan dalam porsi banyak apalagi jika masakan sang istri pasti akan tambah sampai 3 kali. “Segini cukup, Boo?” “Iya, banyakin lauknya.” Ibrahim sejak tadi melihat interaksi Putra dan menantunya. Saat menikah dengan Cecilia Ammar sama sekali tidak pernah bersikap manja seperti saat ini. Sejak keduanya bergabung dalam acara makan malam. Ammar terus saja meminta bantuan istrinya dalam hal sekecil apapun. Seperti, mengambilkan minum, lauk, nasi dan juga tisu. “Daddy jangan iri sama kemesraan pengantin baru,” bisik Eliza. “Buat apa iri, Mom? Bukankah masih ada Mommy yang selalu memanjakan Daddy?” Eliza terkekeh, dia mencubit perut suaminya yang jahil. “Sepertinya Putra kita benar-benar me

