“Bisa jalan, Sayang?” Titan mengangguk. Dia memeluk lengan Eliza saat baru turun dari mobil. Keduanya kini telah sampai di rumah Oma Bianda. “Kalau pelan-pelan bisa, Mom.” “Ammar nakal ya, Nak? sampai bikin mantu Mommy kesulitan berjalan.” Titan kembali merona saat Ibu Mertuanya membicarakan soal malam pertamanya dengan suaminya. “Nggak nakal kok, Mom.” Eliza terkekeh melihat sikap malu-malu menantunya. “Nanti Mommy akan kasih ramuan agar nyerinya cepat hilang ,” bisiknya pada Titan. “Memangnya ada ramuan seperti itu, Mom?” “Ada. Hanya Mommy dan Oma Bianda yang tahu. Soalnya, warisan turun temurun keluarga Zufar.” Titan berjalan dengan tertatih menuju ke arah pintu utama rumah Oma Bianda. Untung saja dia memiliki mertua yang penyabar dan baik hatinya. Jika, tidak pastinya Titan su

