Aeera Kalisha

659 Kata
Tak banyak yang dapat diceritakan tentang kisahnya. Ia putri bungsu dari 2 bersaudara, sang kakak bernama Aiden Joandra yang saat ini sudah bekerja di perusahaan listrik di luar kota. Sangat jarang bertemu dengan keluarganya termasuk Aeera. Sang Ayah hanya seorang guru SMP di sebuah sekolah negeri, dan sang ibu seorang ibu rumah tangga. Keluarganya dapat disebut keluarga cemara, walau tak jarang terjadi pertengkaran kecil di dalamnya. Aeera dibesarkan dengan cara normal orang pada umumnya, cukup pintar namun tak lebih pintar dari sang kakak yang selalu mendapat gelar juara selama sekolahnya. Ia termasuk pada 10 besar peringkat sekolahnya semasa SMA. Aeera tak banyak bicara jika di hadapan umum, namun sangat cerewet ketika bersama orang-orang tertentu. Ia mengibaratkan dirinya dapat mekar diantara bunga bunga layu, namun ia layu di antara bunga-bunga bermekaran. Maksudnya ia akan menjadi dominan diantara orang-orang pendiam, namun ia menjadi pendiam di antara orang-orang dominan. Ada yang relate? Mbti-nya Infp-t, pribadi yang cenderung tertutup. Ia seorang overthinker garis keras. Semua hal ia pikirkan. sehingga, membuat ia menjadi orang yang memiliki tingkat insecure yang cukup tinggi dan memilih untuk 'aman' dan tak banyak berinteraksi dengan orang pada umumnya. Kesehariannya ia habiskan di dalam kamarnya, maka tak heran segala kebutuhan tersedia disana. Walaupun ia tak banyak berinteraksi dengan orang, ia memiliki beberapa teman yang sudah sejak dini bersamanya. Leo dan Prita. Prita saat ini tengah menempuh pendidikannya di negeri ginseng, sedangkan Leo ia satu kampus dengan Aeera. Tak sempat diceritakan, bahwa Leo pun satu kampus dan satu fakultas dengan Aeera. Bisa dibilang, sebelum kenal dengan Zee maka Leo adalah teman satu-satunya milik Aeera. Ingat kejadian di pertemuan kampus? ya, Leo yang membawa Aeera menghindari Bara. *Flashback* "Lu Aeera?" Tanya seorang pria dengan wajah tampan berani menghampirinya yang sangat dengan jelas sedang menghindari keramaian. Aeera hanya memandang heran pria di hadapannya, tanpa mengucapkan kalimat apapun. "Gua Bara, Bara Rajendra" ucap pria tersebut mengulurkan tangannya mengajak gadis di depannya bersalaman Namun, Aeera dengan wajah kebingungannya hanya memandang tangan tersebut. Merasa tak ada tanggapan, Bara menarik kembali tangannya. "U know me?" Tanya Aeera ragu "Aeera Kalisha, right?" Aeera bingung, ia sangat tahu pria di hadapannya. Tak heran jika ia mengetahui pria di hadapannya, namun pria di hadapannya mengenal ia? Itu mustahil. pikirnya. Belum sempat melanjutkan pemikirannya, seorang pria lain kembali muncul di hadapan keduanya. Leo, teman Aeera yang juga ternyata adalah teman Bara. "Ra, katanya ga dateng?" sapa Leo pada Aeera tanpa sadar pria di hadapan sang gadis tengah memperhatikan interaksi keduanya Aeera tak mengindahkan panggilan sahabatnya, ia berfokus pada Bara masih dengan wajah herannya. "Le, lu kenal?" tanya Bara yang sukses mengalihkan Leo dari Aeera. Bara memandang heran Aeera dan Bara. "Lu kenal Aeera Bar? Lu juga kenal Bara Ra?" Tanyanya menunjuk bergantian kedua teman dihadapannya "Ga" "Yes" Jawab keduanya kompak, tentu saja dapat di tebak siapa yang menjawab ya dan siapa yang menjawab tidak. "Baru kenalan barusan Le" timpal Bara dengan wajah tanpa dosanya "Ohhh, dia temen gua kok Ra lu ga usah takut di apa apain" Ucap Leo kembali "Gaakan gua apa apain juga kali Le" ucap Bara sedikit tak terima Aeera masih saja sibuk, mencerna apa yang sedang terjadi "Btw, cewek lu Le?" ah ini dia, pertanyaan yang awalnya tak akan Bara tanyakan, namun rasa penasarannya tak mau kalah "Hahahhaha" Leo hanya menanggapinya dengan tawa "Lah? kok malah ketawa Le" "Temen kecil gua Bar, mana ada pacaran udah kek adek gua dia" jelas Leo Merasa obrolan sudah sangat terlalu jauh, Aeera menarik tangan Leo untuk pergi meninggalkan Bara. --- Luar gedung pesta, mobil Leo. "Beneran kenal Bara Ra?" tanya Leo memulai pembicaraan "Engga kenal, cuma tau aja" "Tadi?" "Dia yang nyamperin, gue gatau dia ngapain" "Dia tertarik kayaknya ama lu Ra" "Ngaco Leo!" "Bara terkenal dingin Ra, dia gaakan mau deketin cewek duluan. Banyak cewek yang ngejar dia tapi ga dia notice" "Baru juga seminggu Le kuliah, yakali ah" "Eh ga percaya dia. Serius gua, dia seterkenal, sefamous itu" "Ga peduli ah Le, ayo anterin gua balik" *flashback off*
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN