“Aku dapat mendengar detak jantungmu yang berpacu. Ada apa?” Rydian melirik Michelle yang digendongnya di punggung. Mereka sedang berada di hutan Indfamos. Hutan tersebut sekarang telah menjadi rumah bagi Rydian. Dia dapat dengan mudah keluar masuk hutan tersebut tanpa tersesat. Hutan tersebut luas, dia belum menjelajah keseluruhannya. Michelle menarik napas dan menghembuskannya perlahan. “Aku gugup.” Ucapnya pelan di telinga lelaki itu. “Kau gugup bertemu orangtua kandungku?” Rydian bertanya lagi sejurus kemudian dia tersenyum miring, “kau tidak gugup saat bertemu Mom Erika.” Rydian meledek Michelle. Michelle berdecak lalu mencium gemas pipi Rydian. “Ini kan orangtua kandungmu. Ibu yang mengandungmu dan melahirkanmu. Tentulah aku gugup. Apakah mereka akan menyukaiku?” “Tentu saja mer

