Kenyataan Pahit

1106 Kata

“Sudah, Rydian?” Rydian mengangguk. “Kayunya masih cukup kurasa.” Ucapnya lalu menjentikkan pelan lagi jarinya pada bara api dan seketika sepotong kayu muncul. Dia tersenyum. kembali dilirik ibu dan adiknya. Mereka tidak curiga. Masih membuat roti. “Apakah ada yang perlu dihangatkan untuk rotinya?” “Tidak ada.” Ibunya menjawab. “Mom selalu membuang roti yang tidak terjual.” “Oya?” Rydian baru mengetahui itu. “Kenapa dibuang, Mom? Kan bisa dijual lagi hari berikutnya.” Mom menatap Rydian sekilas lalu kembali menggilas adonan roti. “Roti yang sudah terpasang di etelase toko seharian itu sudah tidak bagus lagi, Rydian. Sudah terkontaminasi penyakit yang tidak kita ketahui dan mungkin akan berjamur. Mom tidak ingin pembeli sakit perut.” “Oh,” Rydian paham kini, “jika ada yang membeli?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN