Berkunjung

1088 Kata

“Rydian.” Pelukan hangat milik ibunya membuatnya segera memeluk kembali. “Mom.” Ucapnya pelan di telinga ibunya. “Kau semakin besar saja.” Erika melepaskan pelukannya lalu menatap Rydian dari atas sampai bawah. Senyum tidak lepas dari bibir wanita paruh baya itu. Rydian tertawa. “Karena kita tidak bertemu lama, ibu merasa aku lebih besar. Padahal sama saja menurutku.” “Ya … ya ….,” Erika memutar matanya. Ditariknya lengan anaknya untuk mengikutinya. “Ayo masuk.” Mata Rydian menatap toko di sebelah rumah ibunya da nada tulisan di atas toko itu yang diukir menggunakan kayu ‘Lockwood Bakery’. Senyum menghiasi bibir Rydian. Akhirnya ibunya membuka toko roti yang diimpikan begitu lama. Dahulu ketika mereka masih berada, ayahnya melarang ibunya berjualan apa pun dengan alasan mereka tidak a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN