Serangan

1229 Kata

Rydian berjongkok menunggu Michelle turun dari punggungnya. Mereka tiba di tempat pertama bertemu. Itu permintaan Michelle agar membawanya ke tempat itu. Dengan matanya yang merah menyala, Rydin dapat melihat perisai sihir mengelilingi perbatasan itu. pantas saja, batinnya. Saat menjadi manusia, dia tidak merasakan seperti ada orang sebab wilayah pemburu itu diberikan sihir. “Kau berhati-hatilah.” Pinta Michelle. Ditatapnya Rydian yang masih berjongkok. Lelakinya itu tidak membentangkan sayapnya. Lelaki itu membawanya di punggungnya dan menggunakan kakinya untuk berlari cepat. Rydian berdiri. Didekapnya erat Michelle dalam pelukannya. Dia tahu, entah kapan dia dapat bertemu lagi dengan gadis itu. Mereka belum membentuk kesepakatan mengenai di mana mereka bertemu lagi nantinya. Perlahan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN