“Rydian?” Michelle memanggil lelaki itu ketika tempat tidur yang dia tempati bersama kosong. “Rydian?” dia memanggil lagi ketika tidak ada suara sahutan dari lelaki itu. Kondisi tubuhnya sudah membaik setelah apa yang dilakukan lelaki itu padanya, yaitu menyetu-buhinya. Itu adalah hal yang aneh yang pernah dia tahu. Dia sudah merasa lebih segar seperti sedia kala walau masih lelah akibat kegiatan panas mereka selama beberapa jam. Ada secarik kertas di nakas bersamaan dengan jimat yang tadi hendak diberikan oleh Rydian. Perlahan tangannya terulur mengambil kertas tersebut dan membacanya. Lelaki itu sedang keluar sebentar untuk membeli makanan dan akan kembali tidak lama lagi. Michelle tersenyum meletakkan kembali kertas itu namun matanya tertuju pada jimat yang ada di nakas tersebut. Dia

