Jake tersenyum senang. Dia mengusap kalung air mata yang ada di lehernya seraya tertawa. Amandira menatap Jake yang senang itu seraya tersenyum. Mereka kini berada di rumah penyihir Amandira yang lokasinya terpencil di luar kota Beacon. Rumah itu terbuat dari kayu dan tidaklah terlalu besar. “Kau berhasil menciptakannya?” tanya Amandira menegaskan. Jake mengangguk. “Berkat kalung ini, aku dapat menciptakan pasukanku.” “Kalung itu menambah kekuatan. Seharusnya kau tahu.” Jake tertawa. Dia menatap Amandira antusias. “Ini kalung yang hebat. Aku bisa membuat manusia menjadi vampire. Aku sudah mencobanya.” “Kau taruh di mana mereka?” “Di mansionku.” Alis Amandira naik. “Kenapa di sana? Para pemburu akan datang lagi.” “Tidak akan.” Jake berkata penuh keyakinan, “aku menyembunyikan mereka

