Di Dalam Pelukannya

1105 Kata

Napasnya tertahan, lagi-lagi Sarah berada di pelukannya yang hangat. Jantungnya berdebar kencang. Waktu seakan berhenti walau dalam sekejap Sarah melepaskan diri dari pelukan Abraham. “Maaf, saya… aku sebaiknya, sepertinya aku lupa masukkan handuk.” Sarah segera melarikan diri ke kamar. “Alasan apa itu, siapa yang membawa handuk jaman sekarang, bukankah hotel pasti sudah menyiapkan semuanya?” pikirnya dalam hati mengutuk alasannya yang bodoh. Abraham baru bisa merasakan kakinya setelah beberapa lama berdiri. Menatap wanita itu pergi masuk ke kamarnya lagi. "Apa yang dia lakukan tadi?" batinnya dalam hati. Mengapa dia malah tercengang saat merasakan Sarah dalam pelukannya, bukankah dia hanya terjatuh, normal jika dia menangkapnya? Tapi perasaan Abraham tidak dapat dibohongi, hatinya be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN