Akhirnya mereka boleh masuk ke dalam pesawat, dengan tertib tanpa bicara mereka masuk ke dalam pesawat. Pramugari dengan ramah menunjukkan tempat duduk mereka. Sarah ingin di bagian jendela, namun dia tak dapat kursi jendela. Abraham yang sibuk dengan pekerjaan yang lain malah mendapatkannya. Sarah terus menatap langit melalui jendela sehingga Abraham merasa canggung. "Kamu… mau tukar kursinya?" Sarah menganggukkan kepalanya dengan semangat, namun saat mereka membuka sabuk pengaman, pesawat sudah mulai jalan. "Nanti ya, saat kita pulang. Lagi pula ini malam tak banyak juga yang kamu bisa lihat," ujar Abraham menepuk tangan Sarah. Pria itu tersenyum tipis dan menatap Sarah, ada getaran itu lagi di hatinya. Mereka berdua kembali merasakan getaran itu, dan segera memutus kontak mata. Ked

