Dengan secepat mungkin Sarah mengerjakan tugasnya, namun sepertinya semakin cepat dia berusaha melakukan pekerjaannya, semakin banyak kesalahan yang dibuatnya, akhirnya dia melakukan pekerjaannya malah lebih lamban dari biasanya. Dia berulang kali mengutuk dirinya, sampai saat pak Abraham menelponnya untuk memarahinya dia sudah pasrah. Pria itu sedang mondar-mandir di ruangannya ketika Sarah membawa revisi dokumen untuk ketiga kalinya. Mereka bahkan melewati makan siang untuk membenarkan pekerjaan Sarah. Rasa malu Sarah sudah hampir habis, kalau bisa dia meleleh dan masuk ke sela-sela gorong-gorong air, dan bersembunyi di sana. Abraham sudah tak bisa bicara lagi, dokumen yang Sarah bawa, masih salah, akhirnya dia dengan kesal merobek kertas itu dan mengetik ulang semua yang dia kerjakan

