Bab 48

1737 Kata

Sisil pun turun. Anjani yang baru saja mencium tangan Abah menatap ke arahnya. Rupanya Abah belum berbicara dengan Anjani karena kalut yang menyelimutinya. “Abah, siapa gadis itu?” Anjani menatap Sisil dengan heran. Sisil membuang muka, entah kenapa hatinya tiba-tiba merasa terluka. Dia merindukan Ambu yang memburunya dengan pelukan. “Anjani, ini Sisil putriku! Anggap dia seperti Sukma---putrimu, mereka sama-sama putri kita!” ucap Abah menjelaskan. Anjani tersenyum lalu menarik tangan Sisil. Dia menyambutnya dengan hangat dan mengajaknya ke dalam. “Baru pulang dari mana ini teh, Yusman? Ayo Sisil kita masuk! Ibu sudah masak buat kalian!” ucap Anjani dengan senyuman yang mengembang. Sisil mengikuti langkah Anjani masuk ke dalam. Meskipun hatinya sakit dan merindukan Ambu, akan teta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN