Bab 49

1415 Kata

Sisil menatap pantulan dirinya di depan cermin. Setelah mengikuti beberapa kali pengajian bersama Anjani, rupanya perlahan hatinya sudah mulai terketuk. Kini dia sudah tak pernah melepas jilbab lagi meskipun di rumah. Dia ingin mulai hijrah seperti yang Ustadzah Intan sampaikan. Dia ingin membuat bayi Gilang bangga ketika tahu jika dia berjuang untuknya di masa depan. Kemarin baru saja Sisil menjenguk bayi mungil dengan bibir merah dan hidung bangir itu. Hatinya semakin terenyuh dan tersentuh. Bayi kecil itu tampak menggeliat dengan menggemaskan. Membuat hati Sisil semakin luluh dan dipenuhi rasa kasih dan iba melihatnya. Sisil sudah bertekad dan berjanji pada dirinya sendiri, akan menjadi Ibu yang kuat demi Gilang dan masa depannya kelak. Sisil menghampiri Abah yang tengah duduk di ru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN